18 Gerai KDMP Gunungkidul Lolos Verifikasi, 12 Lainnya Ditarget Rampung November
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Ilustrasi penculikan anak./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Gari di Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, sempat dihebohkan adanya upaya penculikan anak pada Sabtu (28/1/2023) sore. Meski demikian, jajaran Polsek Wonosari menampik berita tersebut karena kabar penculikan yang beredar hanya kesalahpahaman semata.
Informasi upaya penculikan dua anak yang sedang memancing anak tersebar melalu berbagai grup Whatsapp. Pesan ini menyebut di Kalurahan Gari ada dua orang yang mencurigkan membawa mobil berhenti dan mengawasi gerak gerik kedua anak.
Melihat gelagat tidak baik ini, salah satu orang tua anak berteriak meminta kedua anak segera pulang. Seketika itu, kedua orang langsung naik mobil dan pergi.
BACA JUGA: Waspada, Hoaks Wajah Penculik Anak Beredar di Grup Whatsapp Warga Jogja
Kapolsek Wonosari Kompol Edi Purnomo mengatakan sudah melakukan klarifikasi terkait dengan berita heboh tentang upaya penculikan anak di Kalurahan Gari. Menurut dia, peristiwa tersebut tidaklah benar dan hanya kesalahan semata.
“Saya ke lokasi dan ketemu langsung warga, lurah dan orang yang diduga akan menculik agar semuanya bisa jelas,” kata Edi saat dihubungi Minggu (29/1/2023).
Dia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat tidak menelan berita yang berkembang secara mentah-mentah. Apabila menerima informasi, diharapkan masyarakat mencari klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya.
“Memang sempat heboh. Ternyata setelah dicek hanya bersumber dari katanya. Jadi, kalau ada informasi disaring dahulu, sebab kalau langsung bereaksi malah bisa menimbulkan berita kurang baik di masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Edi tetap meminta kepada masyarakat tetap hati-hati dan waspada karena potensi kriminalitas yang menyangkut dengan anak tetap ada. Selain itu, juga ada potensi lain seperti kecelakaan karena kedua anak yang diisukan diculik sedang bermain di kali.
“Harus diawasi agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Gari, Widodo. Menurut dia, sempat ada kabar upaya penculikan di wilayahnya. Namun setelah dilakukan klarifikasi berita tersebut tidak benar.
BACA JUGA: Kisah Lengkap Bocah 9 Tahun di Jogja Dikabarkan Lolos dari Penculikan Anak
“Baru dugaan, tapi sudah dicek ternyata orang disangka merupakan bekas warga Gari sehabis menjenguk ibunya yang sakit. Kemudian datang melihat perkarangan yang dimiliki,” katanya.
Widodo menambahkan, dugaan upaya penculikan muncul karena ada mobil diparkir dengan pintu terbuka di ladang. Di saat bersamaan ada dua anak yang sedang memancing di dekat parkiran.
“Kebetulan saat si ibu memanggil anaknya meminta pulang, pengendara mobil ini juga pergi sehingga munculah dugaan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.