Komisi A DPRD Jogja Dorong Seni Jalanan Dikurasi dan Punya Lokasi Khusus
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Ilustrasi jalan rusak/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memberikan penjelasan tentang penanganan Jalan Godean di Sleman yang belakangan viral karena diadukan kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka oleh warganet. Pemerintah memastikan jalan provinsi tersebut hanya akan dipelihara, dan belum dibangun ulang.
Jalan Godean lama ini viral karena salah salah satu netizen meminta Gibran memperbaiki jalan tersebut. Padahal jalan ini bukan berada di wilayah Solo. Menanggapi permintaan itu, Gibran pun menanyakan lokasi jalan tersebut.
Jalan Godean yang berada di Kabupaten Sleman memang kerap kali rusak dan sempat ditambal aspal beberapa kali. Sejumlah warga di DIY pun telah beberapa kali meminta pemerintah untuk memperbaikinya.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PU-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menyebut Jalan Godean berstatus Jalan Provinsi DIY. Penanganan jalan tersebut tahun ini menggunakan dana pemeliharaan rutin. “Tahun 2023 yang kami lakukan sebatas pemeliharaan rutin,” katanya, Rabu (1/2/2023).
Sementara, penganggaran rekonstruksi jalan sudah diusulkan. Dia mengatakan butuh anggaran yang besar untuk membangun ulang Jalan Godean. “Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk rekonstruksi jalan kurang lebih Rp7 miliar per km [kilometer],” katanya.
Dia mengatakan anggaran penanganan Jalan Godean telah diusulkan setiap tahun.
“Setiap tahun sudah kami usulkan, tapi karena anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan rekonstruksi sepanjang ruas Jalan Godean, cukup besar, tentunya hal ini akan memberatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga kami berharap meskipun dilaksanakan secara bertahap proses penganggarannya, mudah-mudahan di tahun depan usulan kami bisa disetujui,” katanya.
“Artinya ada alokasi anggaran setiap tahunnya, sehingga harapannya sepanjang ruas jalan tersebut bisa tertangani semua,” imbuhnya.
BACA JUGA: Viral Gibran Rakabuming Diminta Warganet Mengaspal Jalan Godean Sleman
Dinas PUP ESDM DIY telah mengajukan anggaran penanganan Jalan Godean menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Namun, perbaikan Jalan Godean tidak termasuk Satuan Ruang Strategis (SRS) Keistimewaan sehingga tidak dapat menggunakan dana tersebut. Selain itu, perbaikan Jalan Godean diusulkan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun fokus DAK saat ini adalah pada jalan menuju Yogyakarta International Airport (YIA).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Bupati nonaktif Cilacap Syamsul Auliya Rachman dituntut tujuh tahun penjara dalam kasus dugaan pemerasan THR terhadap pimpinan OPD.
Inspira Roasters kembali menggelar Mindbrewing #4, ajang tahunan menjadi wadah edukasi dan diskusi bagi coffee enthusiasts hingga pelaku industri kopi nasional
Komisi XIII DPR akan memeriksa Lapas Cibinong untuk mencocokkan data dan menindaklanjuti perbedaan temuan Ombudsman dan Kemenimipas.
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.