Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Truk melintasi ruas jalan Tempel-Dekso, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Minggu (5/2/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Ruas jalan Tempel-Dekso, Kalurahan banyurejo, Kapanewon Tempel, mengalami kerusakan yang diduga akibat proyek jalan tol. Walau sudah ditambal, ruas jalan tersebut kembali berlubang karena banyaknya truk yang melewatinya.
Dalam waktu tak sampai satu jam, belasan truk berbagai jenis melintasi jalan Tempel-Dekso, keluar dan masuk lokasi proyek konstruksi tol Jogja-Bawen yang telah dimulai sejak beberapa waktu terakhir, di Kalurahan Banyurejo, Minggu (5/2/2023) siang.
Sejumlah lubang berdiameter hingga 50 sentimeter menganga di beberapa titik. Selain lubang, kondisi jalan juga bergelombang dan berdebu. Untuk meminimalkan debu, beberapa kali truk pengangkut air menyirami ruas jalan tersebut dan daerah di sekitarnya.
Salah satu warga, Denny Tidar Jannu, menjelaskan ruas jalan Tempel-Dekso sebenarnya sudah rusak sejak sebelum pembangunan tol karena memang sering dilewati truk. “Terus sekarang diperparah setelah adanya tol, sama berdebu juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Ada 4 Simpang Susun di Tol Jogja-YIA, Ini Titik Lokasi dan Fungsinya!
Terkait dengan kerusakan akibat proyek tol, dia mengungkapkan sudah ada upaya penambalan dari pihak tol sekitar tiga hari yang lalu, namun kembali berlubang. “Sudah ditambal, tetapi kan sama aja, nambalnya seberapa, sekarang sudah berlubang lagi,” katanya.
Menurutnya, penambalan yang dilakukan tidak akan awet karena hanya penambalan kecil, sementara setiap hari puluhan truk dengan muatan berat melintasi jalan tersebut. “Aspal itu kalau gak di keruk terus dibikin baru gak bakal awet,” kata dia.
Sebelumnya warga di sekitar jalan Tempel-Dekso sempat menanam pohon pisang di lubang jalan itu dengan harapan mendapat atensi dari pihak berwenang dan segera ditangani. Tetapi sayangnya setelah pohon pisang dilepas dan jalan diperbaiki, hanya berselang tiga hari sudah kembali berlubang.
Ruas jalan Tempel-Dekso berstatus jalan provinsi. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Energi, Sumber Daya Mineral (PUESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri, mengakui kerusakan itu dikarenakan ruas jalan tersebut merupakan jalur mobilitas kendaraan berat proyek tol.
Berdasarkan kesepakatan, perbaikan jalan tersebut menjadi tanggung jawab pihak tol. “Sudah ada kesepakatan apabila terjadi kerusakan di segmen tersebut, pihak penyedia jasa jalan Tol Jogja-Bawen bersedia memperbaiki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Ketergantungan Indonesia pada implan medis impor mencapai 92%-94%. Pakar mendorong penguatan riset, pendanaan, kolaborasi, dan regulasi nasional.
Ketentuan rujukan dan kontrol BPJS Kesehatan kini terintegrasi dengan layanan digital. Simak cara daftar antrean dan aturan jadwal kontrol.