Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Petani di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo sedang menggotong hasil panen padi di musim tanam pertama. Foto diambil 24 Januari 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemkab Gunungkidul tidak merasa tersaingi adanya rencana Bulog untuk menggulirkan beras untuk ASN, TNI-Polri. Sejak September 2021, pemkab telah menggulirkan program ASN beli beras petani lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, tidak ada masalah dengan wacana Bulog menyalurkan beras untuk ASN. Meski demikian, ia memberikan syarat agar Bulog mau menyerap beras dari petani lokal Gunungkidul.
Kebijakan ini, menurut dia, merupakan langkah melindungi serta berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani. Hasil koordinasi di Kapanewon Semin juga sudah ada indikasi dari Bulog untuk menyerap beras dari petani Gunungkidul.
“Harus benar-benar direalisasikan. Jadi untuk ASN Gunungkidul, berasnya juga harus berasal dari petani Gunungkidul,” kata Rismiyadi kepada wartawan, Minggu (5/2/2023).
BACA JUGA: Food Station Ancam Bakal Sanksi Oknum Pengoplos Beras
Disinggung mengenai program ASN beli beras dari petani lokal, ia mengakui program terus berjalan. Rencananya di tahun ini ada perluasan kerja sama dari awalnya hanya 15 menjadi 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Adanya kerja sama ini, maka setiap ASN diwajibkan membeli beras seberat lima kilogram dengan harga Rp55.000 setiap bulannya. “Sementara masih lanjut. Kami terus berupaya agar kualitas beras tambah bagus sehingga seluruh OPD bisa bekerjasama,” katanya.
Menurut dia, dengan adanya rencana beras Bulog untuk ASN maka bisa saling bersinergi. Adapun tujuannya bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Intinya dari petani dan untuk kesejahteraan petani. Harapannya bisa mengangkat harga gabah di tingkat petani sehingga juga bisa memperoleh keuntungan,” katanya.
Lurah Semin di Kapanewon Semin, Tri Sutarno mengatakan, siap mendukung program beras lokal dibeli oleh ASN di Gunungkidul. Guna menyukseskan program ini, di tempatnya sudah dibangun fasilitas lumbung pangan yang dilengkapi dengan mesin penggilingan padi dengan kapasitas 80 ton.
Menurut dia, di langkah awal, beras yang dihasilkan di Semin bisa untuk memenuhi kebutuhan bagi pegawai di lingkup Kapanewon Semin. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan untuk program bantuan pangan nontunai dari Pemerintah. “Produksi tidak ada masalah dan kami siap memasoknya,” kata Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 26 Agustus 2026 mendatang.
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter