BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Seorang pengendara motor melintas di jembatan Pucung yang rusak akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu. Foto diambil Selasa (7/2/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jembatan Pucung di Kalurahan Candirejo, Semin terputus akibat diterjang banjir bandang pada pertengahan November 2022 lalu.
Meski demikian, hingga sekarang kerusakan tersebut belum juga diperbaiki.
Salah seorang warga Pucung, Mursidi mengatakan Jembatan Pucung masih rusak karena belum ada tanda-tanda diperbaiki. Untuk aktivitas, warga sudah bekerjabakti dua kali.
Perbaikan pertama hanya dengan memasang anyaman bambu. Adapun perbaikan kedua lebih diperkuat karena dipasang papan kayu sehingga akses warga lebih mudah.
“Beberapa hari setelah putus, warga langsung kerja bakti membuat jembatan darurat. Tetapi, harapannya ada pengganti yang lebih permanen,” katanya, Selasa (7/2/2023).
Menurut Mursidi, Jembatan Pucung rusak bersamaan terjadinya longsor di Dusun Blembem, Candirejo yang menyebabkan dua warga meninggal dunia pada 19 November 2022 lalu.
Sehari sebelum musibah terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir dan menimbulkan sejumlah kerusakan.
Salah satunya Jembatan Pucung terputus karena sebagian badan jembatan lepas diterjang banjir. “Sejak peristiwa terjadi hingga sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki secara permanen. Kami berharap, perbaikan bisa segera dilakukan,” kata dia.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pasca jembatan putus sudah melakukan kajian terkait dengan upaya perbaikan.
Diperkirakan total biaya pembangunan ulang mencapai Rp1,5 miliar.
Menurut dia, hasil kajian sudah diserahkan ke BPBD Gunungkidul. Oleh karenanya, proses perbaikan diserahkan ke OPD tersebut.
“Memang butuh koordinasi lanjutan karena status jalan meruapakan jalan kalurahan,” katanya.
Wadiyana menambahkan, pendataan tidak hanya menyangkut jembatan rusak, tapi juga ada fasilitas umum lainnya yang ikut didata. “Hasil sudah kami serahkan dan perbaikan kewenangan ada di BPBD,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, perbaikan Jembatan Pucung masih dalam proses perencanaan. Dia belum bisa memastikan kapan terealisasi, tapi akan berusaha melaksanakannya melalui mekanisme anggaran mendahului perubahan.
“Masih dikaji dan perbaikan tetap akan dilakukan. Mudah-mudahan bisa segera terlaksana secepatnya,” kata Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.