Dana Desa Gunungkidul Turun, Kalurahan Diminta Optimalkan Serapan
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Seorang pengendara motor melintas di jembatan Pucung yang rusak akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu. Foto diambil Selasa (7/2/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jembatan Pucung di Kalurahan Candirejo, Semin terputus akibat diterjang banjir bandang pada pertengahan November 2022 lalu.
Meski demikian, hingga sekarang kerusakan tersebut belum juga diperbaiki.
Salah seorang warga Pucung, Mursidi mengatakan Jembatan Pucung masih rusak karena belum ada tanda-tanda diperbaiki. Untuk aktivitas, warga sudah bekerjabakti dua kali.
Perbaikan pertama hanya dengan memasang anyaman bambu. Adapun perbaikan kedua lebih diperkuat karena dipasang papan kayu sehingga akses warga lebih mudah.
“Beberapa hari setelah putus, warga langsung kerja bakti membuat jembatan darurat. Tetapi, harapannya ada pengganti yang lebih permanen,” katanya, Selasa (7/2/2023).
Menurut Mursidi, Jembatan Pucung rusak bersamaan terjadinya longsor di Dusun Blembem, Candirejo yang menyebabkan dua warga meninggal dunia pada 19 November 2022 lalu.
Sehari sebelum musibah terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir dan menimbulkan sejumlah kerusakan.
Salah satunya Jembatan Pucung terputus karena sebagian badan jembatan lepas diterjang banjir. “Sejak peristiwa terjadi hingga sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki secara permanen. Kami berharap, perbaikan bisa segera dilakukan,” kata dia.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pasca jembatan putus sudah melakukan kajian terkait dengan upaya perbaikan.
Diperkirakan total biaya pembangunan ulang mencapai Rp1,5 miliar.
Menurut dia, hasil kajian sudah diserahkan ke BPBD Gunungkidul. Oleh karenanya, proses perbaikan diserahkan ke OPD tersebut.
“Memang butuh koordinasi lanjutan karena status jalan meruapakan jalan kalurahan,” katanya.
Wadiyana menambahkan, pendataan tidak hanya menyangkut jembatan rusak, tapi juga ada fasilitas umum lainnya yang ikut didata. “Hasil sudah kami serahkan dan perbaikan kewenangan ada di BPBD,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, perbaikan Jembatan Pucung masih dalam proses perencanaan. Dia belum bisa memastikan kapan terealisasi, tapi akan berusaha melaksanakannya melalui mekanisme anggaran mendahului perubahan.
“Masih dikaji dan perbaikan tetap akan dilakukan. Mudah-mudahan bisa segera terlaksana secepatnya,” kata Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Polda DIY memastikan 32 peserta aksi di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan pada Rabu dini hari. Situasi Malioboro dan Titik Nol kembali normal.
Polda Metro Jaya membongkar dua lokasi produksi obat keras ilegal di Sukoharjo. Polisi menyita 7,86 juta butir obat dan mengamankan 16 orang.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Oknum TNI berpangkat Letkol ditetapkan sebagai tersangka kasus penyewaan rumah dinas di Cijantung yang diduga terkait operasional judi online.
Argentina memimpin daftar negara dengan utang IMF terbesar 2026 sebesar US$56,9 miliar. Simak 10 negara dengan kredit IMF tertinggi.