Vegetasi Merapi Terbakar Usai Awan Panas Meluncur 2 Km, Begini Kondisinya
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari belakangan menyebabkan beberapa kejadian bencana seperti gerakan tanah yang berdampak pada rusaknya rumah-rumah di Kabupaten Bantul. Seperti pada Rabu (15/2/2023) hujan deras beserta angin membuat tanah di Dusun Karangasem, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo longsor.
Komandan TRC BPBD Bantul, Sulistiyanta mengatakan tanah longsor tersebut sangat berbahaya karena di atasnya terdapat batu besar seukuran orang dewasa.
“Di bangunan rumah di bawahnya itu ada penghuni bangunan sebanyak empat jiwa atau satu KK [Kepala Keluarga],” kata Sulistiyanta dihubungi pada Rabu (15/2/2023).
Sulistiyanta mengatakan bahwa batu tersebut memiliki ukuran panjang 3 meter, lebar 2 meter, tinggi 1,5 meter. Ancaman yang akan terjadi apabila batu tersebut tidak segera ditangani adalah akan menimpa rumah milik Ngatimin.
“Tanah tersebut masih gembur dan jika hujan berkepanjangan, maka longsor akan melebar dan batu besar akan jatuh mengenai rumah,” katanya.
Sementara para penghuni rumah sudah mengungsi di tempat saudaranya yang berada tidak jauh dari rumah.
Pada Sabtu (18/2/2023), baik BPBD DIY, Kabupaten Bantul maupun FPRB Muntuk dan perangkat desa telah mengadakan pertemuan. Terdapat beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut seperti BPBD DIY akan melakukan penanganan dengan alat pemecah batu.
BACA JUGA: Sudah 3 Bulan, Warga Korban Longsor di Gunungkidul Masih Tinggal di Bekas Bangunan SD
Lalu, BPBD Bantul dan DIY memberikan sosialisasi kepada pihak kalurahan untuk kemungkinan tersebut apabila terjadi runtuhan batu. Karena itu perlu upaya untuk meminimalkan kerugian harta-benda yang ada di dalam rumah.
Pada Minggu (19/2/2023), TRC BPBD Bantul dan DIY lantas melakukan pemecahan batu tersebut. Hingga artikel ini diterbitkan, proses pemecahan masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Sebanyak 19 tersangka kasus Little Aresha dilimpahkan ke Kejari Kota Jogja. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Telkom Solution tidak hanya membangun kapabilitas solusi digital yang komprehensif, tetapi juga menghadirkan value creation dan nilai tambah yang dibutuhkan
Baterai laptop boros? Terapkan 12 tips hemat daya ini mulai dari kurangi kecerahan, aktifkan mode hemat, hingga periksa kesehatan baterai. Simak selengkapnya!
Survei Pew Research Center menunjukkan kekhawatiran warga Amerika Serikat terhadap AI meningkat, terutama di kalangan usia muda.
Jadwal bola malam ini 1-2 September 2026 menghadirkan Al Hilal vs Al Ahli, Parma vs Cremonese, Dortmund dan sejumlah laga Championship.