Dinkes Sleman Temukan Gejala Depresi pada Ribuan Anak
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul terus berupaya mengonservasi lahan kritis guna menjaga alam utamanya kelestarian air tanah. Salah satu upaya yang dilakukan DLH dengan berbasis pada pemberdayaan masyarakat adalah pengadaan bibit pohon.
Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan bahwa mengacu pada pemberdayaan masyarakat, jawatannya melakukan pengadaan bibit pohon yang memiliki nilai tambah. “Bibit yang kami adakan itu bibit yang memiliki nilai tambah, tidak seperti pohon perindang yang tidak begitu mendapatkan hasil atau nilai tambah. Jadi kami Lebih memprioritaskan bibit-bibit pohon buat,” kata Ari, Kamis (23/2/2023).
Dengan bermacam-macam pohon buah yang ada, Ari mengaku bibit yang akan jawatannya sediakan dapat hidup di berbagai jenis lahan seperti lahan kering. Jelasnya, selama proses tumbuh, pohon buah dapat terus memberikan hasil.
“Pohon perindang seperti jati itu sebenarnya juga memberikan hasil hanya ketika pohonnya ditebang. Semenentara pohon buah, selama proses tumbuh akan selalu memberikan hasil atau ada buahnya. Ada multiefeknya lah, selain konservasi atau penghijauan, bisa juga menjadi sumber penghasilan masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Terus Tambah Ruang Hijau, DLH Bantul Siapkan Dana Rp500 Juta
Lebih jauh Ari mengaku bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan dibangun Dinas Lingkungan Hidup Bantul tidak akan ditanami pohon-pohon buah. “Kalau tanaman di RTH yang publik ya tidak kami tanami pohon-pohon buah. Tanaman yang kami tanam di RTH itu yang memiliki nilai estetik seperti tabebuya dan pulai. Prinsipnya ya ada peneduhnya dengan tetap memperhatikan unsur estetikanya,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.