20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Kepala Kundha Kabudayan Kulonprogo, Niken Probo Laras/Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO — Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo menargetkan penambahan lima Desa/Kalurahan Budaya pada tahun ini. Sejumlah desa kini mulai menempuh akreditasi untuk naik kelas dari rintisan Desa Budaya tumbuh ke Desa Budaya berkembang.
Kepala Kundha Kabudayan Kulonprogo, Niken Probo Laras menerangkan hingga saat ini ada 16 desa yang dikukuhkan sebagai Desa Budaya di Kulonprogo. Jumlah ini sekitar 18,18% dari total jumlah desa di Kulonprogo yang ada 88 desa.
"Iya sedang melakukan akreditasi dari kategori tumbuh ke berkembang. Nanti kalau sudah berkembang kami usulkan ke provinsi. Karena yang menilai timnya dari provinsi untuk menjadi Desa Budaya," kata dia, Kamis (9/3/2023).
BACA JUGA: Salut, DIY Kini Punya 76 Desa Budaya
Kendati demikian, upaya penambahan desa menjadi Desa Budaya di Kulonprogo terus coba dilakukan. Niken mematok minimal ada penambahan lima Desa Budaya di 2023. "Minimal lima, kalau bisa lebih setiap tahunnya. Jadi dari tumbuh, berkembang, lalu [Desa] Kalurahan Budaya. Makanya Merti Dusun itu kan salah satu pendukung untuk penilaian,"ujarnya.
Sejumlah parameter harus dikantongi desa yang ingin diklaim sebagai Desa Budaya. Desa kategori tumbuh dan desa kategori berkembang memiliki perbedaan dalam aspek parameter adat istiadat, cagar budaya, jumlah kesenian yang hidup di desa itu, karakter tradisional dan masih banyak lagi.
"Kalau tumbuh kan masih permulaan. Dulu namanya kantong budaya, sekarang namanya kategori tumbuh. Rintisan Kalurahan Budaya kategori tumbuh itu yang paling bawah, kemudian naik menjadi rintisan Kalurahan Budaya kategori berkembang," jelasnya.
Beberapa potensi desa di Kulonprogo yang bisa diunggulkan untuk mendukung Desa Budaya bisa melingkupi bidang kuliner dan kerajinan. Menurutnya bidang tersebut bisa dinilai lantaran termasuk warisan budaya tak benda. "Jadi akan dinilai secara komprehensif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.
OBT2 Ragnarok Zero: Global resmi dibuka. Cek fitur baru seperti Get Poring, RO Factory, MVP Raid, dan cara ikut beta test sekarang.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol, mengungguli Mbappe dan Haaland.
Meta meluncurkan Muse Image, AI pembuat gambar dari teks yang bisa pakai foto Instagram publik. Simak fitur dan isu privasinya.
Fasilitas kampung nelayan Rp22 miliar di Poncosari Bantul belum beroperasi karena serah terima aset belum selesai.