Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul mengalami lonjakan yang signifikan. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan alat rapid tes untuk leptospirosis atau leptotek dipastikan aman dan tersedia di seluruh puskesmas di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Kesehatan di Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tidak ada masalah dengan alat rapid tes penyakit leptospirosis. Pasalnya, alat ini tersedia banyak dan tersebar di seluruh puskesmas.
“Alat deteksi ini tidak ada masalah karena tersedia,” kata Dewi, Minggu (12/3/2023).
BACA JUGA : Dua Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis
Menurut dia, alat deteksi ini menjadi sangat penting. Salah satunya untuk mengurangi risiko kematian kepada penderita dikarenakan penyekit leptospirosis bisa diketahui sehingga penanganannya dapat dimaksimalkan.
“Makanya dengan alat rapid yang banyak tersedia, harapannya angka kematian dapat ditekan. Memang, sekarang sudah ada korban meninggal sehingga upaya pencegahan harus dimaksimalkan,” katanya.
Untuk langkah penanggulangan, Dewi mengakui sudah ada upaya penganan. Adapun wilayah sasaran difokuskan di Kapanewon Nglipar yang memiliki kasus terbanyak. Salah satunya dengan mengoptimalkan kinerja dari satga One Health di kapanewon tersebut
“Satgas ini memiliki peran untuk pencegahan penularan penyakit dari hewan ke manusia, salah satunya tentang leptospirosis,” katanya.
penyebaran leptospirosis harus diwaspadai karena ada lonjakan kasus warga yang terjangkit. Lonjakan ini terbanyak pada Maret ini karena hampir mencapai 25 kasus.
“Dua bulan awal tidak banyak, tapi memasuki Maret ada penambahan yang cukup signifikan. Total hingga sekarang sudah ada 29 kasus leptospirosis,” katanya.
Upaya pencegahan dilakukan dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pada saat beraktivitas di sawah atau ladang diminta memakai alat pelindung diri.
“Ya untuk pencegahan pakai alat pelindung misal sepatu both baju lengan panjang sarung tangan dan lain lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penerbangan Lampung-Jakarta dibatalkan dan ditunda di Bandara Radin Inten II.
Gunung Anak Krakatau masih erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pangdam XXI/Radin Inten mengimbau warga Lampung tetap tenang dan waspada.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Minggu 6 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap.
Pemkot Bandar Lampung menyemprot sejumlah jalan protokol yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Sabtu.
Bitcoin tertahan di kisaran US$78.000 setelah gagal bertahan di US$80.000. Pasar menanti arus ETF dan arah kebijakan The Fed.