Krisis Air di Rongkop, Warga Kemesu Beli Air Rp120.000 per Tangki
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul mengalami lonjakan yang signifikan. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan alat rapid tes untuk leptospirosis atau leptotek dipastikan aman dan tersedia di seluruh puskesmas di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Kesehatan di Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tidak ada masalah dengan alat rapid tes penyakit leptospirosis. Pasalnya, alat ini tersedia banyak dan tersebar di seluruh puskesmas.
“Alat deteksi ini tidak ada masalah karena tersedia,” kata Dewi, Minggu (12/3/2023).
BACA JUGA : Dua Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis
Menurut dia, alat deteksi ini menjadi sangat penting. Salah satunya untuk mengurangi risiko kematian kepada penderita dikarenakan penyekit leptospirosis bisa diketahui sehingga penanganannya dapat dimaksimalkan.
“Makanya dengan alat rapid yang banyak tersedia, harapannya angka kematian dapat ditekan. Memang, sekarang sudah ada korban meninggal sehingga upaya pencegahan harus dimaksimalkan,” katanya.
Untuk langkah penanggulangan, Dewi mengakui sudah ada upaya penganan. Adapun wilayah sasaran difokuskan di Kapanewon Nglipar yang memiliki kasus terbanyak. Salah satunya dengan mengoptimalkan kinerja dari satga One Health di kapanewon tersebut
“Satgas ini memiliki peran untuk pencegahan penularan penyakit dari hewan ke manusia, salah satunya tentang leptospirosis,” katanya.
penyebaran leptospirosis harus diwaspadai karena ada lonjakan kasus warga yang terjangkit. Lonjakan ini terbanyak pada Maret ini karena hampir mencapai 25 kasus.
“Dua bulan awal tidak banyak, tapi memasuki Maret ada penambahan yang cukup signifikan. Total hingga sekarang sudah ada 29 kasus leptospirosis,” katanya.
Upaya pencegahan dilakukan dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pada saat beraktivitas di sawah atau ladang diminta memakai alat pelindung diri.
“Ya untuk pencegahan pakai alat pelindung misal sepatu both baju lengan panjang sarung tangan dan lain lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.