Advertisement

Dua Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis

David Kurniawan
Minggu, 12 Maret 2023 - 09:57 WIB
Jumali
Dua Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis Ilustrasi leptospirosis, - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak signifikan pada triwulan pertama 2023. Total sudah ada 29 kasus leptospirosis dengan korban meninggal dunia dua orang.

BACA JUGA: 6 Warga Bantul Meninggal Karena Leptospirosis di Awal 2023

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyebaran leptospirosis harus diwaspadai. Sebab, ada lonjakan kasus warga yang terjangkit, utamanya, pada Maret 2023 dengan 25 kasus.

“Dua bulan awal tidak banyak, tapi memasuki Maret ada penambahan yang cukup signifikan. Total hingga sekarang sudah ada 29 kasus leptospirosis,” kata Dewi kepada wartawan, Minggu (12/3/2023).

Dia menjelaskan, kasus penyebaran terbanyak di zona utara Gunungkidul mulai dari Nglipar, Gedangsari dan Patuk. Akibat penyebaran ini dilaporkan ada dua warga yang meninggal dunia.

“Kasusnya paling banyak di Kapanewon Nglipar. Untuk yang meninggal berasal dari Kapanewon Nglipar dan Gendangsari,” katanya.

Menurut dia, penyebaran kasus leptospirosis harus diwaspadai karena ada tren peningkatan. Sebagai gambaran tahun lalu hanya ada 31 kasus dengan korban meninggal dunia empat orang.

“Jumlahnya hampir menyamai kasus di 2022. Jadi upaya pencegahan harus dimaksimalkan,” katanya.

Untuk penanganan, utamanya di Kapanewon Nglipar, Dewi mengakui sudah menginstruksikan satgas one health di kapanewon bergerak cepat melakukan pencegahan maupun penananganan. Selain itu, ia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan yang banyak disebabkan karena paparan air kecing tikus.

Penularan terjadi melalui kuman yang masuk lewat luka di tubuh. Gejala paling umum saat tertular yakni panas, bisa muncul rasa sakit di badan, mual muntah dan lain-lain, tergantung daya tahan tubuh.

Upaya pencegahan dilakukan dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pada saat beraktivitas di sawah atau ladang diminta memakai alat pelindung diri.

“Ya untuk pencegahan pakai alat pelindung misal sepatu both baju lengan panjang sarung tangan dan lain lain,” kata dia.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, kasus leptospirosis menjadi perhatian serius Pemkab Gunungkidul. upaya pencegahan harus dimaksimalkan sehingga jumlah kasusnya tidak terus bertambah.

“Harus gerak cepat. Apalagi sudah ada korban jiwa. Jangan sampai kasusnya terus bertambah,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi pencegahan harus digalakkan karena penyebaran penyakit ini juga berkaitan dengan kebersihan lingkungan.

“Semoga dengan aksi nyata dalam pencegahan membuat penyebaran bisa terkendalikan,” katanya.

Kasus leptospirosis di Gunungkidul

Tahun       kasus        kematian

2017          64              16

2018          16              1

2019          9                 2

2020          6                 1

2021          17              4

2022          31              4

2023*       29              2

*) data sampai 10 Maret 2023

Sumber: Dinas Kesehatan Gunungkidul

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tok! KPK Resmi Tetapkan 2 Orang Tersangka Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PT PGN

News
| Jum'at, 21 Juni 2024, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja, Pasar Beringharjo Gudangnya Makanan Legendaris

Wisata
| Selasa, 18 Juni 2024, 17:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement