Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Pemkab Bantul tahun ini menyiapkan dana sebesar Rp70 miliar untuk pembangunan infrastruktur terutama perbaikan jalan rusak dan pembangunan jembatan. Anggaran serupa juga akan dinaikkan pada tahun depan lebih dari dua kali lipat menjadi Rp170-an miliar.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan anggaran perbaikan infrastuktur jalan dan jembatan tersebut dianggap cukup banyak nilainya karena selama 2021 dan 2022, pihaknya sama sekali tidak membangun infrastruktur akibat adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Kebijakan refocusing anggaran infrastruktur tersebut merupakan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat.
Mengingat pada tahun ini pandemi sudah cukup mereda, Pemkab bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur terutama jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan kabupaten.
“Kami anggarkan tahun ini Rp70 miliar untuk ruas jalan dan jembatan. Tahun depan akan lebih banyak lagi, dua kali lipat lebih sekitar Rp170 miliar. Ini kami rapel karena selama dua tahun terakhir absen tidak membangun infrastruktur jalan,” katanya, saat ditemui Senin (13/3/2023).
BACA JUGA: Hasil Program Padat Karya Infrastruktur di Bantul Lebih Baik
Halim juga menanggapi aksi protes warga Dlingo terkait Jalan Dlingo Bantul-Patuk Gunungkidul yang rusak parah dan belum diperbaiki. Menurutnya, Jalan Dlingo-Patuk merupakan jalan provinsi sehinga kewenangan untuk memperbaiki adalah Pemda DIY. Namun demikian, pihaknya juga tidak lepas tangan begitu saja.
Dia mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan Pemda DIY melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY.
Dari hasil koordinasinya, jalan tersebut akan diperbaiki secara bertahap mulai tahun ini, bahkan sudah sampai pada lelang. Karena itu Halim meminta masyarakat untuk bersabar.
“Informasinya Mei, tetapi mudah-mudahan April nanti [Jalan Dlingo-Patuk] sudah bisa diperbaiki. Jadi masyarakat diharapkan tenang. Kalau jalan kabupaten kami upayakan juga tetap bagus,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Aris Suharyanta mengatakan pada tahun ini ada 55 ruas jalan rusak yang diperbaiki. “Panjangnya sekitar 18 kilometer jalan kabupaten. Ada pengaspalan ulang ada juga pemeliharaan,” ujarnya.
Menurutnya, anggaran tersebut tidak hanya untuk pengapalannya, tetapi juga sekaligus pembangunan drainase pinggir jalan. Sementara untuk jembatan ada sekitar empat lokasi yang akan dibangun tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Yusril Ihza Mahendra mendorong reformasi UU Tipikor untuk membedakan risiko bisnis dengan korupsi dan menyelaraskan aturan dengan standar UNCAC.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
TNI AU menguji pendaratan dan lepas landas dua F-16 serta dua Super Tucano di Tol Paspro untuk menyiapkan landasan alternatif operasi udara.
Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan menghapus unsur kerugian negara. Simak cakupan pidana dalam UNCAC.