Advertisement

Hasil Program Padat Karya Infrastruktur di Bantul Lebih Baik

Media Digital
Kamis, 02 Maret 2023 - 06:17 WIB
Budi Cahyana
Hasil Program Padat Karya Infrastruktur di Bantul Lebih Baik Abdul Halim Muslih - Harian Jogja

Advertisement

BANTUL—Program padat karya infrastruktur dinilai memiliki dua manfaat sekaligus. Selain bisa memberdayakan warga miskin, juga dapat perbaikan infrastrukturnya. Bahkan hasil pembangunannya atau infrastruktur yang dibangun lebi bagus daripada dipihakketigakan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa program padat karya ibarat pisau bermata ganda. Di satu sisi program ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. “Padat karya ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, artinya bisa memiliki kontribusi untuk penanggulangan kemiskinan,” katanya saat ditemui di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Rabu (1/3/2023)

Advertisement

Maka dari itu, syarat bagi warga masyarakat yang terlibat dalam program ini adalah orang-orang yang masuk dalam kategori miskin dan miskin ekstrem. Sementara di sisi lain, melalui program ini terjadi percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Menurutnya, jika warga masyarakat sendiri yang mengerjakan infrastrukturnya, hasilnya akan lebih baik.  “Terbukti hasilnya lebih bagus dari pada dipihak ketigakan. Masyarakat punya rasa handarbeni [memiliki] dan punya kepentingan agar infrastruktur harus bagus, karena mereka yang membuat merekalah yang memanfaatkan,” ujarnya.

Karena manfaatnya sangat besar, kata Halim, Pemkab Bantul bersama DPRD Bantul sepakat meningkatkan alokasi anggaran padat karya setiap tahunnya. Tidak hanya dari APBD Bantul, namun juga dari APBD DIY juga meningkat.

Pada Tahun Anggaran 2022 lalu, terdapat 215 titik padat karya senilai Rp30,2 miliar kemudian ditambah dengan APBD Perubahan sebanyak 59 titik senilai Rp 5,9 miliar. Tahun ini terdapat peningkatan jumlah yang cukup banyak yakni 355 titik lokasi senilai Rp 47,2 miliar. “Jadi disepakati, tren tren padat karya dialokasikan dengan jumlah yang lebih besar,” tandas Halim.

Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto mengatakan padat karya ini dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia menyebutkan di tahun ini ada lima titik padat karya yang ada di Kalurahan Wijirejo, yakni masing-masing satu titik di Dusun Kwalangan, Bergan, Gesikan 4 dan dua titik di Dusun Pandak.

Rata-rata pengerjaan yang dilakukan adalah cor jalan. “Otomatis kalau jalan halus, infrastruktur bagus atau baik semua, maka proses masyarakat mencari rejeki otomatis lebih enak, nyaman dan juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” katanya.

sekedar diketahui padat karya infrastruktur tahun ini akan dimulai serentak pada 20 Maret mendatang atau bertepatan dengan bulan puasa. Harapannya masyarakat yang mengerjakan bisa mendapat penghasilan untuk kebutuhan hari raya Idulfitri. Karena pekerja padat karya akan mendapat penghasilan atau upah yang diebut Hari Orang Kerja (HOK) masing-masing untuk anggota kelompok Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 dan ketua kelompok Rp90.000. Pembayaran atau upah pekerja padat karya akan diberikan setelah proyek padat karya selesai dikerjakan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Anak Bisa Berkurang Akibat Inflasi Tinggi

News
| Jum'at, 24 Mei 2024, 01:47 WIB

Advertisement

alt

Lokasi Kolam Air Panas di Jogja, Cocok untuk Meredakan Lelah

Wisata
| Senin, 20 Mei 2024, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement