Pemkab Klaten Pertahankan Opini WTP 8 Kali Berturut-turut
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali meraih prestasi dalam tata kelola keuangan daerah.
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
BANTUL—Program padat karya infrastruktur dinilai memiliki dua manfaat sekaligus. Selain bisa memberdayakan warga miskin, juga dapat perbaikan infrastrukturnya. Bahkan hasil pembangunannya atau infrastruktur yang dibangun lebi bagus daripada dipihakketigakan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa program padat karya ibarat pisau bermata ganda. Di satu sisi program ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. “Padat karya ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, artinya bisa memiliki kontribusi untuk penanggulangan kemiskinan,” katanya saat ditemui di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Rabu (1/3/2023)
Maka dari itu, syarat bagi warga masyarakat yang terlibat dalam program ini adalah orang-orang yang masuk dalam kategori miskin dan miskin ekstrem. Sementara di sisi lain, melalui program ini terjadi percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.
Menurutnya, jika warga masyarakat sendiri yang mengerjakan infrastrukturnya, hasilnya akan lebih baik. “Terbukti hasilnya lebih bagus dari pada dipihak ketigakan. Masyarakat punya rasa handarbeni [memiliki] dan punya kepentingan agar infrastruktur harus bagus, karena mereka yang membuat merekalah yang memanfaatkan,” ujarnya.
Karena manfaatnya sangat besar, kata Halim, Pemkab Bantul bersama DPRD Bantul sepakat meningkatkan alokasi anggaran padat karya setiap tahunnya. Tidak hanya dari APBD Bantul, namun juga dari APBD DIY juga meningkat.
Pada Tahun Anggaran 2022 lalu, terdapat 215 titik padat karya senilai Rp30,2 miliar kemudian ditambah dengan APBD Perubahan sebanyak 59 titik senilai Rp 5,9 miliar. Tahun ini terdapat peningkatan jumlah yang cukup banyak yakni 355 titik lokasi senilai Rp 47,2 miliar. “Jadi disepakati, tren tren padat karya dialokasikan dengan jumlah yang lebih besar,” tandas Halim.
Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto mengatakan padat karya ini dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia menyebutkan di tahun ini ada lima titik padat karya yang ada di Kalurahan Wijirejo, yakni masing-masing satu titik di Dusun Kwalangan, Bergan, Gesikan 4 dan dua titik di Dusun Pandak.
Rata-rata pengerjaan yang dilakukan adalah cor jalan. “Otomatis kalau jalan halus, infrastruktur bagus atau baik semua, maka proses masyarakat mencari rejeki otomatis lebih enak, nyaman dan juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” katanya.
sekedar diketahui padat karya infrastruktur tahun ini akan dimulai serentak pada 20 Maret mendatang atau bertepatan dengan bulan puasa. Harapannya masyarakat yang mengerjakan bisa mendapat penghasilan untuk kebutuhan hari raya Idulfitri. Karena pekerja padat karya akan mendapat penghasilan atau upah yang diebut Hari Orang Kerja (HOK) masing-masing untuk anggota kelompok Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 dan ketua kelompok Rp90.000. Pembayaran atau upah pekerja padat karya akan diberikan setelah proyek padat karya selesai dikerjakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali meraih prestasi dalam tata kelola keuangan daerah.
KPK memeriksa Bendahara PBNU Mohammad Nuruzzaman sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang menjerat Yaqut Cholil Qoumas.
Sebanyak 10 bayi yang dievakuasi dari rumah di Pakem, Sleman, telah kembali ke orang tua. Satu bayi masih dalam pengasuhan sementara BRSPA.
AHRT meraih tiga podium ARRC Motegi 2026 lewat CBR250RR dan CBR600RR. Irfan Ardiansyah dua kali finis kedua, Herjun naik podium.
Kereta Semarang Jogja menawarkan perjalanan nyaman dan santai. Simak pilihan rute, harga tiket, serta cara pesan tiket kereta dengan mudah.
KPK mulai memeriksa 11 saksi kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menyeret Silmy Karim dan tujuh tersangka lainnya.