Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Upacara adat dalam Babad Dalan di Kalurahan Giring, Paliyan menjadi salah satu seni dan tradisi yang berkembang di Gunungkidul. foto diambil 10 Maret 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul masuk sebagai kabupaten kreatif di Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Total ada 17 subsektor untuk ekonomi kreatif dan Gunungkidul memeroleh dari sisi seni pertunjukan.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan, penghargaan sebagai salah satu kabpaten kreatif di Indonesia dari kemenparekraf baru diserahkan pada Mei mendatang. Meski demikian, dia mengakui penghargaan ini memiliki arti penting dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Gunungkidul. “Tentunya penghargaan ini sangat membanggakan. Penetapan mengacu pada surat Kemenparekraf No: B/SD/199/DI.01.00/D.3/2022,” kata Aldian, Senin (20/3/2023).
Menurut dia, ada 17 subsektor untuk ekonomi kreatif yang terdiri dari pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film animasi dan video.
Selain itu, ada juga fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radion, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan dan aplikasi. Untuk Gunungkidul berhasil meraih predikat kreatif di seni pertunjukan. “Penetapan dilakukan di 2022 lalu dan Gunungkidul memiliki keunggulan di seni pertunjukan,” kata Aldian.
BACA JUGA: Kemenparekraf Libatkan 150 Orang di Pelatihan Pelaku Wisata Tahap Kedua
Dia menjelaskan, di Gunungkidul memiliki banyak seni pertunjukan. Keberadaannya juga bisa mendukung permbangan sektor kepariwisataan di Bumi Handayani. “Harapannya dengan penghargaan ini maka pengembangan wisata bisa semakin maju serta dapat memberikan dampak positif di masyarakat,” katanya.
Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, tradisi seni pertunjukan di Gunungkidul sangatlah melimpah. Pasalnya, hampir setiap kalurahan hingga dusun memiliki tradisi seni budaya yang masih lestari hingga sekarang. “Contohnya rasulan hampir di setiap dusun ada. Pada saat penyelenggaraan, banyak di kegiatan seni mulai dari jathilan, wayang dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut Mantara, keberadaan seni tradisi ini tidak hanya dilestarikan. Namun dalam perkembangannya bisa menjadi daya tarik untuk wisata di sektor atraksi seni budaya. “Jadi bisa menjadi modal karena keberadaan seni tradisi bisa menjadi salah satu pendorong datangnya wisatwan untuk berkunjung. Potensi ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Softex bersama Indomaret menghadirkan program Posyandu Remaja Softex dan Indomaret, sebuah inisiatif CSR yang akan menjangkau lebih dari 2.000 remaja putri
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.