Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Para rombongan dari Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (Yaketunis) Yogyakarta mengunjungi Candi Plaosan, Prambanan pada Jumat (7/4/2023)./Harian Jogja-Hadid Husaini.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah anak dari Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (Yaketunis) Yogyakarta berkeliling dan mengunjungi tempat bersejarah yang ada di Jogja sambil melantunkan sholawat untuk mengisi acara pada Bulan Suci Ramadan.
Sebanyak 50 anak tersebut diajak menikmati destinasi yang bersejarah di Jogja seperti Sumbu Filosofi, Pojik Beteng, Titik Nol Kilometer, Tugu Jogja. Antusiasme terlihat saat anak tersebut tanpa henti melantunkan sholawat sepanjang perjalanan dan menampilkan tarian hadrah yang mengibur dalam Bus. Mereka juga menikmati bagaiman keindahan situs Candi Plaosan yang mereka abadikan dengan foto bersama.
BACA JUGA : Ribuan Penyandang Disabilitas di Gunungkidul
Kegiatan ini dilakukan juga atas dasar kepedulian sesama kepada para penyandang tuna netra yang kebanyakan masih sekolah dari tingkat SD-SMA tersebut
“Ini merupakan wujud kepedulian berbagi sesama muslim Terlebih di bulan suci romadan,” kata CEO Biro Perjalanan Lestari Wisata Jogja, Imam Prayitno pada Jumat (7/4/2023).
Usai mengelilingi lokasi, tempat bersejarah dan kampus ternama di Jogja, anak-anak tersebut buka puasa bersama di sebuah resto di wilayah Prambanan sekaligus diberikan penyerahanan santunan kepada Yakatuis dari para donator atau sponsorship.
Kegiatan ini merupakan ketiga kalinya dilaksananakan pada bulan Ramadan, dan pertama kalinya bersama dengan panti asuhan Yaketunis. “Kami berharap ini menjadi event rutin dan semoga bisa memberangkatkan lebih dari satu bis pada kesempatan berikutnya ke tempat yang berbeda-beda,” ujar Imam Prayitno.
BACA JUGA : Ada 3.100 Penyandang Disabilitas di Jogja yang Butuh
Wali Murid Yakentunis, Dwi nugroho menyampaikan anak-anak yang sebagian bukan merupakan warga DIY merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan. Sehingga mereka bisa mengenali berbagai destinasi wisata dan tempat bersejarah tersebut.
"Kami berharap acara ini dapat terselenggara kembali di lokasi wisata religi seperti masjid-masjid yang memiliki nilai sejarah," kata pria yang tinggal di Kampung Jogokariyan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.