Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Aktivitas kendaraan di ruas utama di Jalan Brigjen Katamso di Kota Wonosari. Selasa (18/4/2023). - Harianjogja.com/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jelang Perayaan Hari Raya Idulfitri pusat perbelanjaan di Kota Wonosari mulai diserbu warga. Kondisi ini berdampak terhadap peningkatan volume kendaraan yang melintas.
Peningkatan volume kendaraan, salah satunya terlihat di jalur utama Wonosari di Jalan Brigjend Katamso. Meski belum sampai menyebabkan macet, namun keramaian mulai terasa. Hanya saja, aktivitas lalu lalang kendaraan didominasi oleh kendaraan pelat lokal Gunungkidul maupun DIY. Adapun pelat dari luar daerah masih sedikit.
Salah seorang juru parkir di Jalan Brigjend Katamso, Jumadi mengatakan beberapa hari jelang Lebaran sudah mulai terlihat peningkatan arus kendaraan yang datang ke Wonosari. Ia mencontohkan, pada Selasa (18/4/2023) parkiran mulai dari samping Kantor BPD DIY hingga Pasar Argosari hampir terus penuh.
Kendaraan yang parkir juga silih berganti. Lalu lalang kendaraan di jalan juga terlihat ramai, meski tidak sampai menimbulkan kemacetan,” kata Jumadi kepada Harianjogja.com, Selasa siang.
Meski demikian, ia mengakui untuk lalu lalang kendaraan yang melintas masih didominasi oleh plat dari lokal. Baik, Gunungkidul maupun wilayah DIY lainnya.
Adapun untuk plat luar seperti Jakarta, Tanggerang, Bogor, Bandung, Surabaya atau lainnya masih belum banyak.
“Plat luar yang masuk baru dari Solo. Sedangkan dari Jakarta masih sedikit,” ungkapnya.
Menurut Jumadi, kendaraan plat dari luar kota belum banyak dikarenakan belum memasuki waktu libur. Sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat, libur dan cuti bersama Lebaran baru dimulai 19 April.
Hal ini berarti masih banyak perantau yang belum mudik ke kampung halaman. “Mungkin aktivitas mobil plat luar daerah baru terlihat signifikan dalam waktu satu atau dua hari ke depan. Kan momennya sudah masuk liburan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Menurut dia, tahun ini tidak ada larangan mudik dari Pemerintah Pusat.
Diprediksi ada lonjakan pemudik yang signifikan. Meski demikian, Sunaryanta mengakui hingga Selasa siang kedatangan pemudik belum banyak yang ditandai masih sedikitnya kendaraan plat dari luar daerah ke Gunungkidul.
“Sudah ada yang masuk, tapi jumlahnya masih sedikit,” katanya.
Ia berharap kepada para pemudik maupun pengendara di jalanan untuk berhati-hati dan terus menaati peraturan lalu lintas. “Kalau capek istirahat. Tidak usah ngebut di jalanan demi keselamatan bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba
Ibu hamil keluar malam pada dasarnya tidak dilarang, tapi ada 10 risiko yang perlu diwaspadai: kelelahan, gangguan tidur, hingga dehidrasi. Simak panduan amanny