Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Suasana objek wisata edukasi bahari Bojong Asri yang berlokasi di seputaran Jembatan Kretek 2 belum lama ini./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL – Warga di Kapanewon Kretek memanfaatkan potensi keberadaan Jembatan Kretek 2 dengan membuka wisata edukasi bahari di sekitaran tempat itu.
Mereka memanfaatkan sampah dan menjadikannya pernak-pernik menyerupai biota laut sebagai sarana edukasi kepada anak-anak.
Ketua Pokja Wisata Bojong Asri, Suharyanto mengatakan ide pembukaan tempat wisata di lokasi itu sebenarnya sudah lama lantaran potensi laut dan sungainya.
Setelah dibukanya Jembatan Kretek 2 warga melihat bahwa peluang agar lokasi wisata itu dikunjungi warga bertambah besar, lantas mulai merintisnya.
“Gagasannya sebenarnya sudah 15 tahun lalu, tetapi karena kendala biaya makanya baru jadi sekarang. Kami baru buka sejak Juni 2022 lalu,” ujarnya Rabu (19/4/2023).
Secara resmi objek wisata itu sebenarnya belum dibuka. Tetapi sudah banyak warga yang datang berkunjung sekadar untuk menikmati suasa senja di lokasi itu.
Suharyanto memastikan saat Lebaran masyarakat sudah bisa menikmati sejumlah atraksi wisata yang disiapkan di tempat itu mulai dari menyusuri sungai dengan perahu dan kano, kuliner dan lain sebagainya.
“Kalau naik perahu biasa Rp5.000-Rp10.000 Rp50.00. naNnti akan ada tiket masuk dan akan ada pernak-pernik hewan laut disini. Masih dalam tahap pengembangan,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, pihaknya lebih memiluih daur ulang sampah lantaran biayanya yang tergolong murah.
Warga memanfaatkan sampah plastik bekas yang masih bersih, besi bekas dan juga botol plastik bekas untuk didaur ulang menjadi berbagai macam bentuk hewan laut mulai dari penyu, hiu, gurita dan pernak-pernik lainnya.
“Sampahnya kami cari yang bersih, misalnya plastik diambil yang bersih dan digunting lalu dirangkai menjadi bentuk hewan laut, kami pakai sampah itu karena murah,” ungkapnya.
Hanya saja yang menjadi kendala yakni saat air pasang maupun surut. Perahu bisa kandas jika air surut.
Pihaknya berencana untuk membuat bendungan setinggi 1,5 meter agar air tetap ada dan wisatawan bisa menikmati wisata outbond. Ke depan tempat wisata itu juga bakal menambah pernak-pernik lainnya agar siap dibuka saat Lebaran.
“Ada hiu dan gurita yang kami bikin juga dengan ukuran besar, nanti masih ada bentuk air dari botol minuman kemasan yang dicat putih dan menyerupai gelombang. Lebaran sudah buka dan siap dikunjungi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.