3 Raperda Inisiatif DPRD Gunungkidul Ditarget Rampung Awal September
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Hariangjogja.com, GUNUNGKIDUL—Angka pengangguran Gunungkidul diklaim terendah di DIY. Anggota DPRD meminta agar angka tersebut bisa ditekan hingga mencapai 1,5%.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengparesiasi laju pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami peningkatan. Di 2021 lalu, pertumbuhan mencapai 5,22%, tetapi setahun berikutnya tumbuh lebih baik di angka 5,37%.
Laju ekonomi yang semakin membaik berdampak ke semua sektor. Salah satunya terhadap masalah penggangguran. Endah mencatat di 2022, jumlah pengangguran di Gunungkidul mencapai 2,08%.
“Jauh di bawah rata-rata DIY yang angka penganggurannya sebesar 4,06%,” kata Endah, Rabu (3/5/2023).
BACA JUGA: Pengangguran di Gunungkidul Diklaim Paling Rendah di DIY
Meski termasuk yang paling rendah di DIY, namun ia berharap angka penganggurang terbuka ini bisa terus ditekan. Menurut Endah, angkanya masih bisa terus turun hingga mencapai 1,5%. “Harus bisa ditekan lagi dan setidaknya turun menjadi 1,5%,” katanya.
Endah mengakui target tersebut bukan hal yang mustahil dan diyakini bisa dicapai. Kunci didalam menekan angka pengangguran dengan melibatkan program lintas sektor antar Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Gunungkidul.
Selain itu, juga ada sejumlah program unggulan yang bisa dimanfaatkan seperti peningkatan wirausaha, khususnya bagi generasi muda. “Bisa juga dilakukan dengan penguatan industri pariwisata dan UMKM. Potensinya sudah ada dan tinggal dimaksimalkan sehingga hasilnya lebih optimal,” katanya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Tauviq Nur Hidayat mengatakan, penanganan masalah pengangguran juga melibatkan balai latihan kerja. Keberadaan BLK dimanfaatkan untuk meningkatkan keahlian warga Gunungkidul untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Jadi ada kolaborasi agar pencari kerja asal Gunungkidul memiliki kompetensi yang baik,” katanya.
Untuk mengurangi pengangguran, Tauviq mengakui juga sering memberikan informasi tentang lowongan pekerja melalui laman resmi yang dimiliki. Selain itu, juga ada kerja sama dengan SMK dalam bursa kerja agar para lulusan bisa terserap sesuai dengan keahlian yang dimiliki. “Setiap ada lowongan pasti kami umumkan melalui laman resmi yang kami miliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY mencapai 100%, tetapi BPS masih menyisir usaha dan penduduk yang belum tercatat hingga 31 Agustus.
Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan aksi 27 Agustus 2026 yang beredar di medsos, tetapi personel tetap disiagakan.
Massa mulai menyiapkan atribut dan logistik jelang aksi di depan Gedung DPR pada Kamis (27/8). Ratusan warga Pati dijadwalkan datang.
Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun. Legenda country AS itu meninggalkan warisan musik, bisnis, dan filantropi.
Iran menyiapkan strategi menghadapi sanksi ekonomi AS. Di sisi lain, Marco Rubio menyebut AS tak berencana melancarkan serangan baru.