Angka Stunting Sleman Turun Jadi 4,04%, Ini Dua Inovasi Barunya
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Kondisi banjir di Jalan Ring Road Selatan pascahujan lebat pada Senin (1/5/2023) sore./Harian Jogja-Hadid Husaini\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Beberapa hari belakangan Kota Jogja dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, sejumlah titik di Ring Road Utara dan Selatan tergenang air selama beberapa jam.
Menanggapi banjir yang terjadi di area tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan genangan tersebut disebabkan karena saluran air atau gorong-gorong tidak mampu menampung besarnya volume air hujan saat itu.
“Di Ring Road mungkin beban penampungan air selokannya tidak seimbang dengan derasnya hujan pada dua tiga hari yang lalu,” katanya di kompleks Kepatihan, Rabu (3/5/2023).
Meski begitu, menurut Sultan, gorong-gorong di DIY sudah dirancang dengan kedalaman tertentu yang semakin ke arah utara DIY semakin melebar.
BACA JUGA: Banjir Genang Ring Road Selatan, Pengalihan Arus Kendaraan Dilakukan
Misalnya untuk kawasan sekitar Malioboro kedalamannya sekitar dua meter, kemudian untuk gorong-gorong di kawasan Alun-Alun Utara akan lebih lebih daripada Kawasan Malioboro.
Dia pun menilai dengan kedalaman tersebut, gorong-gorong di sekitar Kota Jogja mampu menampung volume hujan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, genangan mungkin akan terjadi, namun durasinya singkat.
“Itu [banjir] kan insidental, dalam arti beban curah hujan berbeda dengan kondisi gorong-gorong yang ada. Tetapi relatif kalau di sekitar kawasan sini [Kawasan Malioboro] enggak ada masalah, karena sebetulnya tampungan air cukup dalam,” katanya.
Selain itu, menurut Sultan sejumlah embung yang tersebar di DIY pun menjadi solusi untuk menampung air hujan agar tidak terjadi banjir. Embung Langensari, serta PIAT UGM dinilai Sultan ampuh untuk mengatasi banjir di wilayah perkotaan dan area selatan UGM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.