63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Petani di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo sedang menggotong hasil panen padi di musim tanam pertama. Foto diambil 24 Januari 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program lumbung mataraman dari Pemerintah DIY masih akan dilanjutkan di Gunungkidul. Rencananya di tahun ini dibangun di Kalurahan Balong, Girisubo dan Kedungpoh, Nglipar.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, Lumbung Mataraman merupakan program dari Pemerintah DIY. Tujuan pengembangan kawasan pertanian terpadu ini sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan di masyarakat.
BACA JUGA: Lumbung Mataraman di Gunungkidul Bakal Diperluas, Ini Dia Titik Lokasinya
Menurut dia, program ini sudah dilaksanakan mulai 2022. Di tahap awal, hanya Kalurahan Bendung, Semin yang mendapatkan bantuan untuk pengembangan lumbung mataraman.
“Tahun ini masih dikembangkan dan programnya menyasar di Kalurahan Balong, Girisubo dan Kedungpoh, Nglipar,” katanya, Kamis (11/5/2023).
Dia menjelaskan, model pengembangan masih sama seperti dengan yang dilaksanakan di Kalurahan Bendung. Setiap kalurahan juga mendapatkan Rp750 juta untuk membangun lumbung mataraman.
“Jadi, kalau ditotal anggarannya di Gunungkidul sebesar Rp1,5 miliar. Sekarang masih dalam tahap persiapan dan mudah-mudahan saat dibangun dapat berjalan lancar,” katanya.
Rismiyadi menambahkan, mendukung pengembangan lumbung mataraman oleh Pemerintah DIY. Pasalnya, program ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan.
“Contohnya di Bendung, Semin, masyarakat ikut dilibatkan untuk mengelola lumbung mataraman yang sudah jadi,” katanya.
Terpisah, Carik Balong, Girisubo, Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan kalurahannya mendapatkan bantuan keuangan khusus (BKK) danais untuk pembangunan lumbung mataraman. Total bantuan yang diberikan sebesar Rp750 juta.
“Belum dimulai pembangunan karena masih dalam proses persiapan,” kata Purwanto.
Menurut dia, untuk pelaksanaan pembangunan sudah disediakan lahan seluas tiga hektare. Rencananya, lahan ini dipergunakan pengembangan pertanian terpadu yang meliputi pertanian, peternakan hingga tempat edukasi pertanian.
“Konsepnya mirip dengan lumbung mataraman yang dibangun sebelumnya. Nanti ada tanaman pangan, ternak hingga pengolahan pupuk,” katanya.
Purwanto berharap program ini berhasil sehingga dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. “Tentunya dalam pengembangan akan ikut memberdayakan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.