Jalan Tembus Ngawen-Gedangsari Rusak, Warga Minta Diperbaiki
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Ilustrasi Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ruas Tepus-Jerukwudel diklaim lancar. Diperkirakan proyek akan selesai tepat waktu, yakni di akhir tahun ini.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan pembangunan JJLS di Gunungkidul kini hanya menyisakan satu ruas. Setelah ruas Tepus-Jerukwudel selesai, maka jalur di pantai selatan akan benar-benar tersambung.
Menurut dia, pengerjaan masih berlangsung hingga sekarang. Namun demikian, untuk perkembagan, ia mengakui kabupaten tidak mengetahuinya. “Lokasi memang berada di Gunungkidul, tapi pengerjaan dilakukan oleh tim dari Pemerintah Pusat,” katanya, Kamis (11/5/2023).
Putro menyarankan untuk mengetahui perkembangan pembangunan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional yang membangun. “Kami belum mendapatkan informasi terkini, jadi ke PJN saja,” katanya.
Asisten Pelaksana Satker PJN, Wahyu Widyantoro mengatakan, perkembangan pembangunan JJLS di Gunungkidul berjalan dengan bagus. Adapun ruas yang dikerjakan menyisakan satu segmen yang menghubungkan Kapanewon Tepus dengan Girisubo. “Tinggal 10 kilometer lagi dan JJLS di Gunungkidul akan selesai,” katanya.
Menurut dia, di awal-awal pengerjaan sempat menggunakan bahan peledak guna mengemburkan tanah perbukitan yang akan dikepras untuk jalan. Langkah ini dilakukan agar pengerjaan bisa cepat dan sesuai target.
“Kelihatannya dua kali menggunakan bahan peledak. Mungkin kalau ada yang butuh digemburkan lagi, maka bisa menggunakannya lagi [bahan peledak] karena semua disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Menurut Wahyu hingga sekarang pengerjaan sudah mencapai 58,5% dari target. Adapun pengerjaan sudah sampai pada penggalian dan pemerataan untuk ruas jalan yang dibutuhkan.
“Sesuai dengan target, kami yakin JJLS di Gunungkidul benar-benar sudah selesai di akhir tahun ini. Hal ini tak lepas dari perkembangan pekerjaan yang telah dicapai saat sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.