Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja, Kadri Renggono (kiri) saat menambah cadangan beras di UD Barokah Beras Sekarsuli, Sleman pada Rabu (17/5/2023)./Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus memenuhi target cadangan berasnya sebesar 120 ton pada 2026 mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi paceklik kemarau. Terbaru, Pemkot Jogja menambah cadangan beras sebanyak 18,3 ton pada Rabu (17/5/2023).
Penambahan beras tersebut menambah cadangan yang dimiliki Pemkot Jogja sebanyak 65,05 ton per Mei 2023. Cadangan beras ini digunakan Pemkot Jogja jika sewaktu-waktu menghadapi krisis sehingga bahan pangan utama ini dapat didistribusikan dengan baik.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja, Kadri Renggono menjelaskan cadangan beras yang dimiliki Pemkot Jogja tak hanya disimpan saja tetapi juga didistribusikan ke pasar agar kualitasnya terjaga.
“Cadangan beras ini tentu tidak hanya disimpan, tapi diputar, agar kualitas beras juga tidak menurun. Tapi ketika Pemkot butuh dalam jumlah tertentu, maka harus tersedia dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia.
BACA JUGA: Hore! Bansos Beras Tahap Kedua Mulai Disalurkan di Gunungkidul, Cek di Sini
Pemkot Jogja dalam melakukan pencadangan beras bekerja sama dengan berbagai pihak. “Salah satunya dengan PT Taru Martani sebagai BUMD Pemda DIY di mana mereka mengelola 25 persen cadangan beras kami,” terang Kadri.
Pengelolaan cadangan beras Pemkot Jogja, jelas Kadri, sebanyak 75% dilakukan secara mandiri. “Pengelolaannya dilakukan lintas sektor, termasuk Dinas Perdagangan untuk diputar dijual lagi, agar kualitasnya tidak menurun yang penting jika sewaktu-waktu dibutuhkan cadangannya ada dengan kualitas yang baik,” katanya.
Kardi optimis Pemkot Jogja dapat memenuhi target cadangan berasnya sesuai jangka waktu yang sudah ditetapkan. “Terbaru ada informasi musim kemarau tahun ini dari BMKG akan lebih panjang yang bisa menyebabkan pasokan beras terhambat, itu sudah kami siapkan, target cadangan yang ada juga kami optimis dapat mencapainya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Suyana menyebut target cadangan beras terus ditingkatkan sejak 2019 lalu. "Sekarang sudah mencapai 54,21%, bertahap kami akan terus menambah cadangan agar sesuai target," ucapnya.
Suyana menjelaskan krisis yang sedang diantisipasi pihaknya adalah musim kemarau 2023. “Potensi produksi beras menurun sudah kami siapkan karena kemarau nanti."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.