Target Parkir Jogja Naik, Dishub Ingatkan Dampak ke Ekonomi Warga
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Wisata di kawasan sumbu filosofis Jogja bisa menggunakan Bus Jogja Heritage Track melewati Jalan Malioboro./visitingjogja\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut baik perkembangan pariwisata di sekitar DIY. PHRI DIY terus berupaya meningkatkan hospitality pada hotel dan restoran rekanannya.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo menjelaskan hospitality menjadi kunci bagi hotel dan restoran rekanannya untuk mempertahankan wisatawan di DIY. Hotel terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas tersebut melalui pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya dan memberikan pendampingan bagi hotel yang butuh pendampingan dalam pengelolaan dan perizinan.
“Ini dilakukan supaya wisatawan datang ke DIY merasa aman, nyaman dan terkesan. Menurut beberapa survey yang kami selenggarakan, hospitality di DIY lebih baik dari daerah lain, ke ramah tamahan dari garda depan, satpam, sampai dengan house keepingnya,” katanya, Selasa (6/6/2023).
BACA JUGA : Dispar Sleman Klaim Wisata saat Hari Pancasila dan Waisak Melebih saat Lebaran
Ia mengatakan peningkatan pelayanan harus terus dilakukan untuk mempertahankan wisatawan di DIY. Koordinasi dengan pemerintah provinsi DIY dan kabupaten/kota serta PHRI di sekitar DIY pun dilakukan untuk dapat saling mendukung di sektor pariwisata. Perkembangan wisata di sekitar DIY Deddy dengan baik, menurutnya perkembangan tersebut dapat saling mengisi satu sama lain.
“Untuk berkompetisi dengan daerah lain hospitality harus kita tingkatkan, jangan sampai kalah dengan daerah lain, supaya orang menginap dan makan di DIY lebih lama. Kalau kita menahan tidak bisa, tapi kita mencoba memiliki produk yang lebih dari daerah lain, baik pelayanan atau fasilitasnya,” katanya.
Selain itu menurut Deddy persebaran hotel berbintang mulai merata di tiap kabupaten DIY juga turut mendukung perkembangan pariwisata di tiap kabupaten di DIY.
“Adanya hotel berbintang tersebut dapat mendukung pariwisata DIY, yang dulu pariwisata DIY cenderung di Kota Jogja dan Sleman, kini sudah menyebar ke wilayah lainnya,” katanya.
BACA JUGA : Libur Panjang, Puluhan Ribu Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul
Diketahui hotel berbintang di Kota Jogja ada sekitar 70 hotel, di Kabupaten Sleman ada sekitar 60 hotel, di Kabupaten Bantul ada 2 hotel, di Kabupaten Gunungkidul ada 3 hotel dan resort, dan di Kabupaten Kulonprogo ada 3 hotel. Sementara ada sekitar 230 restoran yang menjadi anggota PHRI DIY. Dengan perkembangan tersebut menurut Deddy pariwisata di tiap kabupaten ikut berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.