Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Foto ilustrasi pasar hewan. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jelang perayaan Iduladha di tahun ini berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar hewan di Gunungkidul. Salah satunya terlihat di Pasar Hewan Siyono Harjo di Kalurahan Logandeng, Playen.
Pasar hewan di Gunungkidul tidak buka setiap hari karena hanya disesuaikan dengan kalender penanggalan Jawa. Sebagai contoh, pasaran wage, pasar hewan yang buka di Siyono Harjo. Sedangkan saat kliwon, pasar hewan yang buka di Pasar Munggi di Kalurahan Semanu, Semanu.
Pengelola Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen, Isnaning Suindarti mengatakan, Hari Raya Kurban tinggal menghitung hari. Hal ini pun berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar hewan.
BACA JUGA : Ada Lato-Lato, Pasar Hewan Gunungkidul Jalan Terus
Ia menuturkan, pada saat pasaran terakhir pada Sabtu Wage (17/6/2023) ada peningkatan signifikan karena kambing yang masuk mencapai 700 ekor. Jumlah ini lebih banyak ketimbang hari biasa yang kisarannya hanya 200-300 ekor per hari.
“Berdasarkan pantauan, jelang Iduladha tahun ini lebih ramai ketimbang perayaan di 2022,” kata Isnaning kepada wartawan, Minggu (18/6/2023).
Dia menjelaskan, pasar hewan lebih ramai dikarenakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Gunungkidul telah melandai. Kondisi berbeda terjadi di tahun lalu karena penyakit tersebut (PMK) baru mulai penyebarannya.
“Memang belum sepenuhnya hilang, tapi keberadaan pasar sekarang lebih ramai,” katanya.
Menurut Isnaning, dengan menggeliatnya aktivitas di pasar hewan berdampak terhadap harga jual ternak. Sebagai contoh, harga sapi yang biasanya di kisaran Rp18 juta, saat ini dibanderol Rp21-22 juta per ekornya. “Mudah-mudahan kondisi pasar terus membaik,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPKH Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan stok. Sebagai gudang ternak di DIY, maka jumlah ketersediaan hewan kurban sangat melimpah.
Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan, hewan ternak yang siap untuk kurban ada 46.875 ekor. Jumlah ini terdiri dari sapi 18.345 ekor, kambing 27.022 ekor dan domba sebanyak 1.508 ekor.
“Untuk stok tidak ada masalah karena setiap jelang kurban malah ada ternak yang dijual ke luar daerah,” kata Retno.
Keyakinan stok hewan kurban masih mencukupi tidak lepas dari pelaksanaan di 2022. Saat itu, lanjut dia, kebutuhan hanya sebanyak 20.101 ekor. Rinciannya kurban kambing ada 12.829 ekor, sapi sebanyak 5.191 ekor dan domba sebanyak 2.081 ekor.
“Jadi masih ada surplus ternak sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.