Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga diminta untuk tidak membakar sampah secara sembarangan. Pasalnya, aktivitas ini bisa memicu terjadinya kebakaran di musim kemarau.
Imbauan itu diungkapkan oleh Kapolsek Semin, AKP Arif Heriyanto menyusul terjadinya kebakaran lahan di Kalurahan Pundungsari, Semin pada Rabu (21/6/2023) malam.
Kebakaran itu bermula dari aktivtas membakar sampah di area ladang oleh warga. “Pada saat pulang lupa dimatikan sehingga kebakaran meluas. Beruntung tidak sampai ke rumah warga karena tinggal 300 meter dari lokasi terbakar,” kata Arif, Kamis (22/6/2023).
Menurut dia, peristiwa ini sempat membuat warga panik. Hal ini dikarenakan upaya pemadaman sampai harus memanggil petugas pemadam kebakaran dari BPBD Gunungkidul. “Warga sempat berupaya memadamkan, tapi tidak berhasil sehingga meminta bantuan ke tim pemadam kebakaran,” katanya.
BACA JUGA: Kebakaran Hutan Landa Riau, BNPB Kerahkan 3 Helikopter Pembom Air
Arif berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran sehingga kasus yang sama tidak terulang. “Bersih-bersih dengan membakar sampah boleh. Tapi, saat pulang harus dipastikan api benar-benar padam sehingga tidak memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Senada, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko. Menurut dia, kebakaran lahan di Pundungsari, Semin tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, sambung dia, untuk pemadaman sempat menerjunkan satu unit mobil pemadam dan satu tangki pemasok air. “Bisa dipadamkan sehingga tidak sampai ke rumah warga,” katanya.
Dia menjelaskan, potensi kebakaran di musim kemarau akan semakin tinggi. Dari sisi pemadaman juga lebih sulit dibandingkan dengan saat penghujan karena ketersediaan air terbatas, serta embusan angin lebih kencang sehingga akan berpengaruh terhadap upaya pemadaman.
“Makanya harus berhati-hati dan waspada akan bahaya kebakaran karena bisa terjadi kapan saja,” kata Handoko.
Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Handoko mengakui paling banyak dikarenakan faktor kelalaian manusia. Salah satunya dikarenakan lalai mematikan tungku atau kompor saat memasak.
Selain itu, kebakaran juga ada yang dipicu karena adanya aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang. “Tidak ditunggu sampai mati hingga menyebabkan kebakaran kadang,” katanya.
Adapun faktor paling umum terjadinya kebakaran disebabkan karena korsleting. Oleh karena itu, Handoko meminta kepada masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik secara berkala serta menggunakan peralatan yang berstandar nasional Indonesia (SNI). “Pemasangan instalasi yang sembarangan bisa memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Pengamat energi menilai program biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor BBM, dan mendukung transisi energi rendah emisi.
Alwa Car Free Night digelar malam ini di Alun-Alun Wates. Simak rute gowes, jadwal, dan imbauan keselamatan dari Polres Kulonprogo.
Tak suka pepaya? Ini 4 bahan pangan tinggi serat seperti kacang polong, kubis brussel, sawi hijau, dan ubi jalar untuk bantu pencernaan tetap lancar.
Dispar DIY siapkan strategi transisi menuju Malioboro full pedestrian. Akses diatur ulang, parkir dan shuttle dioptimalkan demi kenyamanan wisatawan.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem