HUT Ke-81 RI, Sri Sultan Bicara Makna Kedaulatan dan Kemakmuran
Sri Sultan HB X menegaskan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran harus menjadi laku bangsa dalam membangun Indonesia.
Warga Kelurahan Pakuncen mengikuti pelatihan pembuatan suvenir dari minyak jelantah beberapa waktu lalu di Kelurahan Pakuncen./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga Kelurahan Pakuncen, Kemantren Wirobrajan mengikuti pelatihan pembuatan suvenir dari minyak jelantah.
Pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga Kelurahan Pakuncen untuk mengolah minyak goreng bekas.
Lurah Kelurahan Pakuncen, Budhi Riyanto menyampaikan di wilayahnya hampir setiap rumah tangga memiliki limbah minyak goreng bekas dalam jumlah banyak yang dihasilkan dari proses memasak.
Menurut Budhi, sebagian besar masyarakat di wilayahnya selama ini kesulitan untuk mengolah limbah tersebut, karena itu pelatihan tersebut diselenggarakan.
“Minyak jelantah menjadi limbah yang memberikan dampak serius bagi lingkungan. Limbah ini berpotensi mencemari air dan tanah apabila tidak dikelola dengan benar,” katanya, Kamis (22/6/2023).
BACA JUGA: Untuk Pemulihan Ekonomi, 20 UMKM di Jogja Dapat Bantuan
Menurut Budhi, apabila dapat dikelola dengan benar, maka ada potensi untuk pengolahan minyak jelantah. Menurutnya selain dapat mengurangi limbah yang ada, minyak jelantah juga dapat mendatangkan manfaat ekonomis apabila dapat dikelola masyarakat dengan benar.
“Minyak jelantah memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan benar. Minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin yang dapat dipasarkan,” imbuhnya.
Menurut Budhi, warga Kelurahan Pakuncen sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme warga terlihat dengan banyaknya warga yang mengikuti pelatihan tersebut. “Kemarin pada seneng, karena pembuatannya mudah dan bahannya mudah didapatkan,” katanya.
Dia pun berharap warga dapat mengolah limbah minyak jelantah secara mandiri nantinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menegaskan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran harus menjadi laku bangsa dalam membangun Indonesia.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Iran menyatakan ekspor minyak tetap berjalan meski diblokade AS. Teheran juga memulihkan 40% kapasitas produksi South Pars.
Penganiayaan terjadi di Waduk Sermo, Kulonprogo. Seorang perempuan dipukul pria setelah menegur pelaku yang terus menatapnya.
Polda Metro Jaya menyebut perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok perusuh setelah aksi AMPB Pati selesai.
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.