Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Sejumlah murid dari berbagai jenjang sekolah di Kota Jogja saat mengikuti sejumlah acara dalam memanfaatkan masa libur sekolah di Perpustakan Kota Jogja belum lama ini. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Jogja berupaya meningkatkan tingkat literasi anak di wilayahnya dengan mengemas aktivitas liburan sekolah dengan sejumlah program edukasi yang menarik bagi murid jenjang SD dan SMP di wilayahnya. Lewat program itu diharapkan anak-anak di wilayah setempat mengisi liburan dengan aktivitas yang berkesan dan positif.
Kegiatan yang sudah dimulai sejak awal Juli itu bertujuan untuk mengasah keterampilan literasi dan juga tingkat kreativitas murid. Beberapa kegiatan yang diadakan yakni pelatihan fotografi, pelatihan menulis, dan pelatihan peningkatan literasi murid. Semua kegiatan dipusatkan perpustakaan Jogja di Jalan Suroto No. 9, Kotabaru, Jogja.
BACA JUGA : Tingkatkan Literasi Warga, Kelurahan Bausasran Sediakan
Pustakawan Ahli Muda DPK Kota Jogja Sri Anik Lestari mengatakan, kegiatan pada tahun ini beda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu kegiatan kreasi anak berupa program memasak dan membuat batik jumputan. Sementara untuk tahun ini lebih kepada pemanfaatan tanah liat menjadi gerabah dan melukis siluet untuk anak SD.
"Kami memfasilitasi anak-anak di Kota Jogja untuk mengisi liburannya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan mendekatkan anak-anak ke perpustakaan. Harapannya dengan mengenal perpustakaan secara tidak langsung dapat meningkatkan minat membaca," jelasnya, Minggu (9/7/2023).
Pada pelatihan fotografi jenjang SMP yang diadakan tahun ini anak-anak diajak untuk mengeksplorasi jejak peninggalan budaya yang ada di pedestrian Kotabaru. Selain belajar sejarah, mereka diharapkan mampu mencintai budaya yang ada di Kota Jogja ''Untuk fotografi kita lebih menguatkan budaya, misalnya peninggalan rumah-rumah Belanda sebagai materi pelatihan fotografinya. Sehingga harapannya anak-anak bisa ikut mencintai budaya," ujarnya.
Salah satu murid dari SMP Bopkri 1 Jogja Sani Chandra mengungkapkan, dirinya mengikuti pelatihan fotografi ini hanya iseng untuk mengisi hari liburnya. "Tadi sudah foto sekitaran perpustakaan, seru, bisa mendapat pengalaman belajar lebih dalam lagi," jelasnya.
BACA JUGA : Meski Pelosok, Desa di Bantul Ini Punya Perpustakaan Modern
Para orang tua murid pun merasa senang anak-anak telah diwadahi dengan kegiatan positif. Salah satu orangtua peserta, Desi mengungkapkan, baru pertama kali anaknya mengikuti liburan bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja.
Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam mengolah kreativitas anak. "Baru pertama kali mengikuti dan bagus sekali. Sejak hari pertama sampai ke kedua anak sangat antusias mengisi liburan. Di sini kreatifitas bisa terbentuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m