Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
-
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jaringan irigasi tersier di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agung Mulyo, Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo mulai diperbaiki. Rehabilitasi tersebut dilakukan untuk mendukung cetak sawah baru di Kapanewon Sentolo.
Pelaksanaan rehabilitasi saluran irigasi dimulai sejak Juli-September 2023. Pagu anggaran untuk program rehabilitasi tersebut sebesar Rp380 juta dari anggaran Dana Keistimewaan DIY.
BACA JUGA: Terdampak Cuaca Ekstrem, Hasil Panen Padi Kulonprogo Anjlok
Ketua Tim Kerja Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Kirmi mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat di Kalurahan Kaliagung, Sentolo berpofesi sebagai petani.
“Jumlah penduduk di Kaliagung mencapai 6.254 jiwa. Mayoritas menekuni sub sektor tanaman pangan baik padi maupun jagung. Luas wilayah di Kaliagung sendiri mencapai 717,11 hektar,” kata Kirmi dihubungi, Selasa (11/7/2023).
Dia menambahkan sampai tahun 2022, cetak sawah baru di Kaliagung mencapai 22 hektar. Sementara pada tahun 2023, cetak sawah akan diteruskan dengan mencetak 7 hektar sawah baru.
Menurutnya, cetak sawah baru dinilai penting karena alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian di Bumi Binangun kian meningkat. Program cetak sawah baru, lanjutnya sebagai langkah antisipasi agar produksi tanaman pangan tetap berjalan dan mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.
“Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada, misalnya dengan menerapkan varietas unggul baru, budidaya tanaman, pengendalian hama terpadu, penggunaan pupuk sesuai kebutuhan, pemeliharan yang baik, termasuk pengairan,” katanya.
BACA JUGA: Tujuh Kelompok Tani di Kulonprogo Menerima Bantuan Traktor Roda Dua
Pengairan atau kebutuhan air irigasi, sambung Kirmi, mutlak dibutuhkan. Terlebih, untuk tanaman padi yang menjadi komoditas penting dan banyak dibudidayakan petani di Kaliagung. "Produksi padi yang tinggi pun sangat dipengaruhi air apabila menilik fase-fase perkembangan tanaman padi," ujarnya.
Masalah utama program cetak sawah baru di Kaliagung, lanjut Kirmi, belum adanya saluran irigasi tersier. Saluran air yang ada masih sederhana dan belum permanen. "aluran irigasi tersier yang direhap nantinya mampu mengaliri lahan cetak sawah baru dan juga membantu petani dalam menerapkan pola tanam padi-padi palawija," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.