Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul masih menunggu hasil pengentesan dua orang suspek antraks, warga Dusun Semuluh, Ngeposari.
Hasil penyelidikan diketahui keduanya sempat menyembelih dan mengkonsumsi daging kambing sebelum muncul gejala mirip penyakit antraks.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, usai mendapatkan laporan terkait dugaan kasus antraks di Dusun Semuluh, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel untuk kepastian penyakit.
BACA JUGA: Viral Penyakit Antraks di Gunungkidul, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Adapun penangan juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk antisipasi adanya penyebaran antraks. “Pemeriksaan dilakukan karena keduanya mengalami luka di bagian kulit,” kata Dewi kepada wartawan, Minggu (16/7/2023).
Meski demikian, hingga sekarang ia mengakui hasil tes belum keluar. Dewi berharap kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan tetap menjalankan kehidupan bersih dan sehat serta rajin berolahraga.
“Pastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar sehat dan tidak terkontaminasi penyakit,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, usai mendapatkan laporan dari dinas kesehatan, langsung menerjunkan petugas guna pemeriksaan. Untuk memastikan, pihaknya sudah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi kedua warga.
“Sampel tanah diambil pada Jumat [14/7/2023]. Hingga sekarang kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan,” kata Retno.
Menurut dia, berdasarkan penelusuran yang dilakukan petugas, kedua warga yang menjadi suspek antraks, melakukan aktivitas penyembelihan kambing dan mengkonsumsi dagingnya. Retno memastikan kambing yang disembelih masih dalam keadaan hidup.
BACA JUGA: Soal Penetapan KLB Antraks Gunungkidul, Bupati dan DPRD Beda Pendapat
“Untuk kasus di Semuluh belum ada dan sekarang baru dugaan. Untuk kepastian masih menunggu hasil tes, hingga sekarang juga belum ada laporan ternak mati,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Ngeposari, Ciptadi. Menurut dia, kedua warga yang menjadi suspek sempat menyembelih kambing sebelum meuncul luka mirip gejala antraks.
Meski demikian, ia belum mendapatkan laporan berkaitan dengan hasil pengetesan. Proses penelusuran alias surveilans di lokasi suspek juga masih terus berjalan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dugaan antraks ini. Sambil menunggu hasil lap, kami juga telah menyiapkan beberapa langkah untuk pencegahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.