Dua PSN Segera Selesai, DPRD Minta Bantul Siapkan Peta Investasi
DPRD Bantul meminta kajian investasi segera diselesaikan agar peluang ekonomi dari dua proyek strategis nasional dapat dimanfaatkan optimal.
Seorang warga sedang membuang sampah di depo sementara samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Jumat (21/1/2022)/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengklaim telah menyiapkan tiga lokasi penampungan sampah sementara selama TPA Piyungan ditutup untuk menampung beban sampah warga di wilayahnya.
Tiga lokasi pengganti TPA Piyungan yang disiapkan Pemkot secara mandiri itu tidak disebutkan detail letak wilayahnya, namun dijamin mampu menampung jumlah sampah harian yang dihasilkan warga Jogja, yaitu sekitar 210 ton.
BACA JUGA:Satu Lagi Warga Semanu Gunungkidul Positif Penyakit Antraks
"Tiga tempat penampungan sementara [yang khusus disiapkan Pemkot Jogja secara mandiri] itu tidak akan saya sebutkan daerahnya di mana tapi yang pasti di luar Cangkringan [lokasi yang disiapkan Pemda DIY]. Tambah yang di Nitikan jadi ada empat lokasi," kata Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo, Selasa (25/7/2023).
Ketiga lokasi itu (yang digunakan untuk menggantikan TPA Piyungan), kata dia memiliki kapasitas 200 ton sampah sesuai dengan jumlah produksi harian di Kota Jogja. Satu lokasi sudah beroperasi, sementara sisanya mulai bisa digunakan pada akhir pekan ini dan pekan depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta kajian investasi segera diselesaikan agar peluang ekonomi dari dua proyek strategis nasional dapat dimanfaatkan optimal.
Pemerintah mengoperasikan 52 pesawat untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.