Penyebab Kecelakaan Truk vs Pikap Lele Tewaskan 2 Orang di Piyungan

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 20 Agustus 2026 07:17 WIB
Penyebab Kecelakaan Truk vs Pikap Lele Tewaskan 2 Orang di Piyungan

Tidak ada foto

Harianjogja.com, BANTUL— Polres Bantul mengungkap dugaan penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan di Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya di depan Masjid Payak, Dusun Payak, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Kecelakaan tersebut bermula dari truk Hino yang diduga melaju terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan dan berujung benturan dengan pikap dari arah berlawanan.

Kecelakaan maut itu melibatkan truk Hino B 9138 WPA, pikap AB 8209 AA, Grand Max AB 1291 IR, serta sepeda motor Honda Scoopy AB 2799 BAB. Pengemudi pikap, WIW, 47, meninggal dunia setelah mengalami cedera kepala berat dan pendarahan pada telinga.

Truk Hino Lewati Marka Jalan

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan kecelakaan terjadi ketika pikap AB 8209 AA yang dikemudikan WIW melaju dari arah barat menuju timur. Saat sampai di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang truk Hino yang dikemudikan ARP, 28.

Truk tersebut diduga mengambil jalur terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengemudi pikap tidak sempat menghindar sehingga tabrakan terjadi.

"Truk Hino melaju dari arah timur ke barat, kemudian mengambil jalur terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan. Karena jarak sudah dekat, akhirnya terjadi benturan dengan mobil pikap yang melaju dari arah berlawanan," kata Rita, Rabu (19/8/2026).

Benturan keras membuat truk Hino kehilangan kendali. Kendaraan tersebut masih bergerak hingga akhirnya berhenti setelah menabrak pagar rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

Motor Tabrak Bak Pikap

Rangkaian kecelakaan belum berhenti setelah benturan antara truk dan pikap. Sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai IM, 16, dengan membonceng JPP, 16, berada di belakang pikap.

Karena jarak kendaraan terlalu dekat, pengendara Scoopy tidak sempat menghentikan laju motornya. Motor tersebut kemudian menabrak bagian belakang bak pikap.

Pada saat yang sama, muatan pikap terlempar ke sisi kiri jalan akibat benturan. Muatan itu kemudian mengenai Grand Max AB 1291 IR yang dikemudikan RGW, 32.

Saat kejadian, Grand Max sedang berhenti di sisi utara jalan dan hendak menyeberang ke arah barat. Kendaraan tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan empat kendaraan di Jalan Jogja-Wonosari tersebut.

Pengemudi Pikap Meninggal Dunia

Akibat kecelakaan beruntun tersebut, WIW mengalami cedera kepala berat disertai pendarahan pada telinga. Pengemudi pikap itu sempat dilarikan ke RSUD Kota Jogja (Wirosaban), tetapi nyawanya tidak tertolong.

"Pengemudi pikap mengalami cedera kepala berat dan pendarahan pada telinga. Setelah dibawa ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Rita.

Sementara itu, penumpang pikap FN, 42, mengalami luka lecet. Korban tidak perlu menjalani rawat inap.

Pengemudi truk Hino, ARP, mengalami patah kaki dan tangan kanan. Penumpang truk, YP, 33, mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Keduanya mendapatkan perawatan di RSPAU Dr. S. Hardjolukito.

Dua Pengendara Scoopy Mengalami Luka

Pengendara Honda Scoopy, IM, mengalami memar pada dada, lebam pada mata kanan, serta luka lecet pada kaki. IM mendapatkan perawatan di RSI PDHI Kalasan.

Adapun JPP, yang merupakan penumpang Scoopy, hanya mengalami luka lecet pada kaki kanan. Sementara itu, pengemudi Grand Max, RGW, selamat dan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Rangkaian kejadian tersebut membuat kecelakaan di Jalan Jogja-Wonosari melibatkan empat kendaraan sekaligus. Polres Bantul menyebut dugaan truk Hino melaju terlalu ke kanan hingga melewati marka menjadi awal terjadinya benturan dengan pikap yang datang dari arah berlawanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online