Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Para pengangkut sampah praktis kehilangan pekerjaan karena harus berhenti beraktivitas seiring ditutupnya TPA Piyungan sejak Minggu (23/7/2023). Mereka berharap pemerintah segera menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara.
Salah satu pengusaha pengangkutan sampah di Kapanewon Berbah, Sleman Totok, mengatakan selama TPA Piyungan ditutup, ia tidak bisa mengangkut sampah warga dan mendapat banyak komplain. “Bahkan ada yang keluar dari pelanggan,” katanya, Selasa (25/7/2023).
BACA JUGA : Sebelum Disetor ke TPS3R, Sampah Perlu Dipilah di Rumah
Menurutnya, para pelanggan yang menyatakan berhenti berlangganan itu akan membuang sendiri sampahnya. “Mau dibuang sendiri di kota, asal buang aja. Katanya. Pelanggan hampir setiap jam menanyakan, menghubungi lewat ponsel, Whats App,” ungkapnya.
Totok memiliki dua armada truk untuk mengangkut sampah warga di sekitar Berbah. Pada kondisi normal ia biasa mengngkut sampah ke TPA Piyungan tiga kali sepekan. Ia menyewa gudang untuk penampungan sementara, namun tidak bisa jika diisi sampah berhari-hari. “Yang disewa juga ga boleh untuk menampung sampah seperti itu,” katanya.
Dengan ditutupnya TPA Piyungan, ia berharap pemerintah bisa segera mencari alternatif tempat pembuangan lainnya. “Harapannya pemerintah segera menyiapkan alternatif tempat pembuangan sampah yang luas tentunya. Kalau perlu dengan pembakaran,” katanya.
Terkait rencana tempat penitipan sampah di Cangkringan, menurutnya terlalu jauh terutama untuk wilayah Sleman bagian selatan seperti Berbah, apalagi Kota Jogja. “Di Cangkringan terlalu jauh. Saya kan Sleman selatan, Berbah. Apalagi menanjak,” kata dia.
BACA JUGA : TPA Piyungan Ditutup Mulai Hari Ini, Berikut Antisipasi
Seperti diketahui, TPA Piyungan ditutup sejak Minggu (23/7/2023) hingga September mendatang karena sudah terlalu penuh. Pemda DIY kemudian menunjuk 2 hektar Tanah Kas Desa di Umbulharjo, Cangkringan untuk menjadi tempat penitipan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.