Suahasil Gantikan Purbaya, Ekonom UAJY Soroti Fiskal Daerah
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyelesaian permasalahan sampah dinilai harus dilakukan simultan, dari hulu ke hilir oleh pemerintah maupun masyarakat. Jika persoalan terus berlarut-larut, potensi kerusakan lingkungan dapat mengancam.
Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, Mohammad Pramono Hadi pada Kamis (27/7/2023) berpendapat pemusatan pengelolaan akhir sampah pada satu lokasi dengan adanya perubahan gaya hidup dari pedesaan menjadi perkotaan saat ini, memerlukan bantuan pihak ketiga dalam pengelolaannya. Gaya hidup manusia yang berubah turut mengubah karakteristik sampah yang dihasilkan.
Sekitar 40 tahun yang lalu sampah didominasi oleh organik, sejak tahun 1980-an mulai banyak dijumpai kemasan sehingga sampah di perkotaan didominasi oleh bahan anorganik terutama plastik. Sayangnya perubahan karakteristik sampah ini tidak diiringi dengan perubahan metode pengelolaan sampah di TPST Piyungan yang tetap mengaplikasikan metode sanitary landfill.
Padahal, material yang sebagian besar merupakan sampah plastik tersebut bila terus ditumpuk, proses dekomposisi atau penguraiannya tidak akan terjadi. Akhirnya eskalasi lima tahun sudah melebihi dari kapasitas. Jika terus menerus ditumpuk, bahaya longsor dapat terjadi di tempat penampungan.
Di sisi lain Pramono menambahkan, ketika TPA Piyungan ditutup dan pengelolaan sampah dikembalikan ke daerah-daerah masing-masing, daerah pasti akan kelabakan.
Pramono kini tengah mendesain sebuah riset untuk meneliti kualitas air di sungai-sungai yang ada. Dia memiliki praduga, nantinya lokasi-lokasi pembuangan sampah ilegal yang sudah tidak diperbolehkan akan muncul kembali yang berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan sekitarnya.
BACA JUGA : Rehabilitasi UPI di Kulonprogo Gunakan Danais, Segini Anggarannya
"Sehingga jangan disalahkan jika kualitas lingkungan menurun di perkotaan, karena memang belum ada solusi pengelolaan sampah akhir. Supaya efektif harus jadi satu kesatuan. Namun jangan sanitary landfill, melainkan harus ada teknologi," ungkapnya.
Penutupan TPA Piyungan bukan pertama kali terjadi. Penutupan pernah dilakukan oleh masyarakat yang melakukan protes maupun kini dilakukan pihak pengelola sampah TPA Piyungan. Penutupan seperti ini menurut Pramono akan terus bergulir jika tidak ada solusi yang konkrit untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
OJK menetapkan modal disetor minimal BMKS Rp1 triliun. POJK 16/2026 juga mengatur syarat izin, direksi, dan dewan komisaris.
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.
Razia gabungan di Rutan Kelas I Surakarta menemukan korek api, besi hingga penjepit kertas. Narkoba dan handphone tidak ditemukan.
BMKG mendeteksi sebaran debu vulkanik Gunung Dukono, Ibu, dan Semeru. Gunung Ibu kembali erupsi pada Sabtu pagi.