Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Tim SAR Gabungan sedang melakukan pencarian korban tenggelam di muara Sungai Progo, Banaran, Galur, Kulonprogo pada Selasa (1/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pencarian korban tenggelam di Muara Sungai Progo hari kedua kembali dilakukan. Kali ini Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang anak berumur 11 tahun tenggelam di muara Sungai Progo, Banaran, Galur ketika mencari keong di tepi sungai bersama empat temannya. Anak tersebut bermain terlalu ke tengah yang menyebabkannya tenggelam.
Kepala Kantor Basarnas DIY Kamal Riswandi, mengatakan pencarian korban tenggelam berinisial GMC, warga Tirtorahayu, Galur, 11 tahun, hari kedua memakan waktu sekitar 2,5 jam. Dalam pencarian tersebut, korban akhirnya ditemukan 500 meter dari lokasi tenggelam ke arah utara.
BACA JUGA : Mencari Keong, Seorang Anak Tenggelam di Sungai Progo
“Operasi hari kedua ini Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga SRU [Search and Rescue Unit]. SRU satu melakukan penyisiran darat dari lokasi tenggelam ke arah Utara sejauh 200 meter dan ke arah selatan sejauh 300 meter,” kata Kamal dihubungi, Selasa (1/8/2023).
Kemudian, SRU dua melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan menggunakan Aqua Eye, mulai dari lokasi tenggelam. Lalu, SRU tiga melakukan penyelaman kembali di sekitar lokasi tenggelam.
Mengenai karakter sungai, Kamal menambahkan air di permukaan cukup tenang dan kondisi air sedang pasang dari laut. Selain itu untuk arus dalam sungai cukup kencang ke arah ke utara.
“Korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan SRU satu pukul 08.30 WIB. Jarak penemuan 500 meter dari lokasi tenggelam ke arah utara. Saat ini korban telah dievakuasi dan dibawa langsung ke rumah duka,” katanya.
BACA JUGA : Korban Tenggelam di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia
Sebelumnya saksi bernama Aji tersebut mengaku sedang memancing ketika satu anak tenggelam di Sungai Progo tepatnya di muara kali. Dia melihat satu anak berinsial GMC, warga Tirtorahayu, Galur, berumur 11 tahun tenggelam.
“GMC terlalu ke tengah [ketika mencari keong] dan salah satu pemancing melihat korban sudah tenggelam,” katanya.
Joko mengaku setelah pihaknya mendapat laporan tersebut maka pencarian langsung menuju lokasi. Setelah melakukan koordinasi mengenai titik tenggelamnya korban, pencarian dilakukan. Sampai dengan pukul 18.15, Joko dan anggota SRI wilayah V masih mencari GMC. “Kami masih mencari [anak tenggelam di Sungai Progo]. Ini masih belum ditemukan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.