BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 195.000 Pekerja di Sleman
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Tim SAR Gabungan sedang melakukan pencarian korban tenggelam di muara Sungai Progo, Banaran, Galur, Kulonprogo pada Selasa (1/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pencarian korban tenggelam di Muara Sungai Progo hari kedua kembali dilakukan. Kali ini Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang anak berumur 11 tahun tenggelam di muara Sungai Progo, Banaran, Galur ketika mencari keong di tepi sungai bersama empat temannya. Anak tersebut bermain terlalu ke tengah yang menyebabkannya tenggelam.
Kepala Kantor Basarnas DIY Kamal Riswandi, mengatakan pencarian korban tenggelam berinisial GMC, warga Tirtorahayu, Galur, 11 tahun, hari kedua memakan waktu sekitar 2,5 jam. Dalam pencarian tersebut, korban akhirnya ditemukan 500 meter dari lokasi tenggelam ke arah utara.
BACA JUGA : Mencari Keong, Seorang Anak Tenggelam di Sungai Progo
“Operasi hari kedua ini Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga SRU [Search and Rescue Unit]. SRU satu melakukan penyisiran darat dari lokasi tenggelam ke arah Utara sejauh 200 meter dan ke arah selatan sejauh 300 meter,” kata Kamal dihubungi, Selasa (1/8/2023).
Kemudian, SRU dua melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan menggunakan Aqua Eye, mulai dari lokasi tenggelam. Lalu, SRU tiga melakukan penyelaman kembali di sekitar lokasi tenggelam.
Mengenai karakter sungai, Kamal menambahkan air di permukaan cukup tenang dan kondisi air sedang pasang dari laut. Selain itu untuk arus dalam sungai cukup kencang ke arah ke utara.
“Korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan SRU satu pukul 08.30 WIB. Jarak penemuan 500 meter dari lokasi tenggelam ke arah utara. Saat ini korban telah dievakuasi dan dibawa langsung ke rumah duka,” katanya.
BACA JUGA : Korban Tenggelam di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia
Sebelumnya saksi bernama Aji tersebut mengaku sedang memancing ketika satu anak tenggelam di Sungai Progo tepatnya di muara kali. Dia melihat satu anak berinsial GMC, warga Tirtorahayu, Galur, berumur 11 tahun tenggelam.
“GMC terlalu ke tengah [ketika mencari keong] dan salah satu pemancing melihat korban sudah tenggelam,” katanya.
Joko mengaku setelah pihaknya mendapat laporan tersebut maka pencarian langsung menuju lokasi. Setelah melakukan koordinasi mengenai titik tenggelamnya korban, pencarian dilakukan. Sampai dengan pukul 18.15, Joko dan anggota SRI wilayah V masih mencari GMC. “Kami masih mencari [anak tenggelam di Sungai Progo]. Ini masih belum ditemukan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.