Karang Taruna Goes to School Ajak Siswa SRMA 19 Siapkan Masa Depan
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Pj Walikota Jogja Singgih Raharjo memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (4/8/2023). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengklaim gerakan Mbah Dirjo atau Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja mampu mengurangi produksi sampah harian sebanyak 30%.
Jika rata-rata produksi sampah Kota Jogja mencapai 260 ton perhari, artinya gerakan itu mampu mengurangi sampah mencapai 78 ton. "Kemarin kita hitung sekitar 30 persen dari total 260 ton sampah per hari. Gerakan ini akan kita upayakan secara masif untuk mengurangi sampah," kata Pj Walikota Jogja Singgih Raharjo, Jumat (4/8/2023).
BACA JUGA: Jogja Mulai Dikepung Sampah, Walhi Desak Pemerintah Ambil Langkah Strategis
Singgih menyebutkan, gerakan itu tidak hanya menyasar masyarakat tapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja. Setiap ASN diminta untuk membuat pengolahan sampah organik lewat metode biopori di rumah tangga masing-masing. Kemudian juga mengedukasi tetangganya untuk melakukan gerakan serupa.
"Kami juga wajibkan seluruh ASN di kota agar menjadi contoh bagaimana Mbah Dirjo diterapkan di rumah tangga mereka sekaligus edukasi tetangganya agar mengimplementasikan gerakan itu dan saya yakin lewat itu bisa turun cukup banyak terutama sampah organik," jelasnya.
Para ASN juga diwajibkan menyertakan tanda bukti bahwa di tingkat rumah tangga mereka sudah menerapkan gerakan Mbah Dirjo. "ASN wajib sifatnya minimal satu di rumah tangganya dan nanti foto buktinya ke atasan masing-masing untuk direkap," kata Singgih.
Di sisi lain, pihaknya juga menyayangkan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di sejumlah titik. Padahal depo dan TPS di sejumlah tempat sudah dibuka meski sifatnya terbatas.
"Kalau yang kasus kemarin ini yang di Patuk atau Beskalan sudah bersih dan saya berharap tidak ada lagi karena depo sudah kita buka dan perlu kesadaran warga," ungkapnya.
Menghadapi libur akhir pekan panjang pada minggu depan pihaknya juga mengajak wisatawan untuk mengurangi produksi sampah. Mereka bisa memilah antara sampah organik dan anorganik agar penguraian di tingkat depo dan TPS semakin mudah dilakukan.
"Libur long weekend kita mendorong masyarakat dan wisatawan agar sadar dalam mengurangi sampah, kalau kita produksi sampah terus tentu akan memperparah situasi, kalau kita bisa kurangi dan dilakukan pemilahan yang mana bisa diolah antara sampah organik dan anorganik seperti Mbah Dirjo akan jadi solusi di tingkat hulu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.