Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Lahan yang akan digunakan untuk penitipan sampah di Tamanmartani, Kalasan, sudah hampir siap dipakai, Jumat (4/8/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN–Pemkab Sleman menetapkan lahan seluas 1 hektar di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, untuk tempat penitipan sampah sementara (TPSS). Sampah-sampah rumah tangga dipastikan akan terangkut mulai pekan depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Epiphana Kristiyani, menjelaskan lokasi untuk tempat penitipan sampah tidak jadi di TPST Tamanmartani karena pengerjaannya belum selesai. "Kalau di TPST kami sudah terlanjut lelang, dokumen lelang sudah jelas kapan konstruksi, kapan diserahkan," ujarnya, Jumat (4/9/2023).
Maka dengan dibantu Lurah Tamanmartani, DLH Sleman mendapat lahan 1 hektar yang juga merupakan Sultan Ground, di sebelah utara tak jauh dari TPST Tamanmartani. DLH Sleman sudah mulai mengerjakan penyiapan lahan termasuk sosialisasi ke masyarakat sekitar sejak awal minggu ini.
BACA JUGA: Komisi C DPRD Sleman Desak Sleman Sediakan 6 TPSS, Ini Alasannya
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lokasi, progress penyiapan lahan sudah mencakup pembukaan akses jalan, penggalian tempat penampungan sedalam sekitar 2 meter dan penebangan pohon di sekitar lokasi. Geomembran untuk melapisi tanah juga sudah terlihat di lokasi, namun belum dipasang.
Dengan perkembangan ini, ia menargetkan pekan depan secepatnya lahan tersebut sudah bisa digunakan. "Harapannya minggi depan sudah. Kami berusaha kemaren sudah mulai membangun di sana. Harapannya minggu depan sudah dipakai," kataya.
Dari hasil sosialisasi dengan warga sekitar, disepakati penggunaan lahan tersebut hanya bisa menamping maksimal 50 ton per hari atau 10 truk milik DLH Sleman. Warga juga meminta agar sampah tidak menimbulkan bau bagi lingkungan sekitarnya.
Dari data DLH Sleman, pada Juni 2023, Sleman menghasilkan sampah rata-rata 254 ton sehari yang diangkut ke TPA Piyungan. Dengan pembatasan 10 ton per hari ini, maka pihaknya memberlakukan prioritas sampah yang dibuang dan menjadwalkan penjemputan sampah rumah tangga ke transfer depo.
Adapun sampah yang diprioritaskan yakni sampah rumah sakit, hotel, perkantoran dan sebagainya. Adapun sampah rumah tangga, ia berharap sudah ada pemilahan, pengolahan dqn penguranhan sampah, sehingga hanya menyisakan sampah residu dan jumlahnya tidak sebanyak biasanya.
Sampah rumah tangga akan mulai diangkut ke transfer depo dengan jadwal yang sudah ditentukan. Di Sleman ada sebanyak 14 transfer depo dengan jadwal operasional mulai pekan depan paling banyak seminggu tiga kali.
Petugas di transfer depo juga telah mensosialisasikan jadwal operasional ini kepada para pengangkut sampah rumah tangga. Dengan sistem ini, diharapkan volume sampah yang dibuang ke tempat penitipan nantinya bisa ditekan hingga 10 ton per hari.
Kemudian untuk mengantisipasi bau, DLH Sleman akan menyiapkan ecolindi. "Kami juga harus siapkan mol, karena harapannya kalau sampah organik di sana dengan mol akan mempercepat proses menjadi kompos," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.