Kebakaran Lahan Sleman Meningkat, Damkar Tangani 15 Kasus Sehari
Damkar Sleman mencatat lebih dari 100 kebakaran selama Agustus-Oktober 2026. Pembakaran sampah dan puntung rokok menjadi pemicu kebakaran lahan.
Ilustrasi pembakaran sampah./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pengoperasian TPA Piyungan secara terbatas menyebabkan banyak warga membakar sampah di area terbuka. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengkhawatirkan aktivitas tersebut dapat memicu penurunan kualitas udara.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Air, Udara, dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK DIY, Radhita Matardi Wicaksono menyampaikan pembakaran sampah dapat menghasilkan sulfurdioksida (SO2) yang akan memengaruhi kualitas udara. “Pembakaran sampah bisa ke SO [SO2], atau parameter lain, nanti dilihat lagi parameter lainnya,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (9/8/2023).
Meski begitu, menurut Radhita pihaknya belum mengukur kualitas udara DIY tahun ini. Setiap tahunnya, menurut Radhita, DLHK DIY melakukan dua kali pengukuran kualitas udara DIY dengan parameter SO2 dan nitrogendioksida (NO2). “Kami belum cek mas [dampak pembakaran sampah]. Belum cek dengan kondisi udara di DIY,” katanya.
BACA JUGA: Masih Ada Tumpukan Sampah di Jalan
Menurutnya dengan pembakaran sampah yang marak dilakukan warga, pihaknya perlu mengukur seberapa berdampak pembakaran sampah tersebut dengan kualitas udara DIY. Sementara menurut Radhita, di Kota Jogja terdapat Air Quality Monitoring Station (AQMS) yang dapat mengukur kualitas udara dalam radiusnya 5 km.
Menurut Radhita kualitas udara di DIY tahun lalu dalam kondisi baik dengan nilai SO2 dan NO2 sekitar 90.Menurutnya dalam beberapa tahun terakhir kualitas udara cenderung naik, meski tidak signifikan. “Trennya masih naik kalau sampai tahun kemarin, kenaikannya sedikit 0.89, 0,90 enggak sampai 1,” katanya.
Dari tren yang berkembang menurutnya sektor transportasi yang mendominasi penyebab penurunan kualitas udara DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mencatat lebih dari 100 kebakaran selama Agustus-Oktober 2026. Pembakaran sampah dan puntung rokok menjadi pemicu kebakaran lahan.
BRIN menduga serpihan benda langit yang jatuh di Sampit, Kalimantan Tengah, merupakan bagian roket ZhuQue-2E asal China.
PSS Sleman membawa 23 pemain yang sama untuk menghadapi Persik Kediri pada 22 Oktober 2026. Pieter Huistra memastikan skuadnya dalam kondisi baik.
Sebanyak 25 SSB mengikuti Liga Anak Sleman 2026 untuk kelompok U-10 dan U-12. Kompetisi berlangsung hingga sekitar 10 Januari 2027.
Rupiah dibuka stagnan di Rp17.992 per dolar AS. Analis memprediksi pergerakan kurs dipengaruhi keputusan suku bunga BI dan The Fed.
Harga minyak dunia menguat pada 21 Oktober 2026. Brent mencapai US$109,64 per barel di tengah ancaman pasokan Timur Tengah.