DPRD Sleman Tekankan Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan
DPRD Sleman menekankan pencegahan stunting sejak kehamilan melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, pemantauan posyandu, dan PHBS.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua DPRD DIY, Nuryadi menilai alokasi Dana Keistimewaan (Danais) selama ini belum optimal untuk penanganan kemiskinan di DIY.
“Tidak semua daerah punya seperti ini [Danais]. Tetapi Keistimewaan ditegaskan untuk bisa mengamankan kesejahteraan masyarakatnya. Kita bisa melihat ternyata belum maksimal,” katanya, Jumat (1/9/2023).
Menurut Nuryadi, program yang diselenggarakan dengan anggaran Danais masih belum berdampak langsung pada masyarakat. Padahal Danais seharusnya dapat dialokasikan lebih banyak untuk penanganan masalah kemiskinan dan stunting. “Ironis kan? Kita dapat Danais tetapi stunting-nya banyak, kemiskinan juga tinggi. Ini yang harus dikaji,” katanya.
Terkait dengan hal itu, Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono menyampaikan dengan Peraturan Kementerian Keuangan yang baru Danais dapat digunakan untuk menangani kemiskinan. Menurutnya beberapa program yang dianggarkan dari Danais juga mengarah pada penanganan kemiskinan di DIY. “Hanya karena Danais itu terpolakan, sesuai dengan makna tujuan Keistimewaan, maka harus sesuai dengan program-program yang tertuang di dalam urusan-urusan keistimewaan,” katanya.
BACA JUGA: UU Keistimewaan DIY Harus Terus Dirawat
Beny pun berharap DPRD DIY dapat melakukan pengawasan dalam realisasi program yang telah dirancang untuk penanganan kemiskinan tersebut.
Sementara Paniradya Pati Keistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan berbagai program pengentasan kemiskinan yang diselenggarakan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dianggarkan menggunakan Danais.
Beberapa program tersebut menurut Aris pun mengarah pada pemberdayaan masyarakat kalurahan antara lain desa wisata sebagai rintisan kalurahan mandiri budaya, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), program Desa Prima bagi perempuan yang menjadi kepala keluarga, dan penggunaan tanah kas desa untuk masyarakat kurang mampu.
“Tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tingkat kalurahan yang sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tahun 2022-2027. Di sana tertuang secara jelas untuk mereformasi kelurahan sehingga pembangunan bisa memiliki pondasi yang kuat mulai dari bawah atau dari kalurahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman menekankan pencegahan stunting sejak kehamilan melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, pemantauan posyandu, dan PHBS.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pendataan calon penerima bansos di Bantul diperpanjang hingga akhir Desember 2026. Warga yang belum terdaftar masih bisa diusulkan.
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.