Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Perajin kendang di dusun Daleman, Gilangharjo, Pandak, Kamis (14/9/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Kalurahan Gilangharjo, Pandak, memiliki produsen kendang yang permintaannya dari berbagai daerah di Indonesia. Produksi kendang merupakan salah satu dari beberapa potensi yang ada di wilayah Gilangharjo dan akan terus dikembangkan.
Lurah Gilangharjo, Pardiyana, menjelaskan produksi kendang di kalurahannya ada di Dusun Daleman RT 3. Kerajinan tersebut telah diturunkan dari generasi ke generasi. “Alhamdulillah lancar perkembangannya. Sekarang produknya bagus-bagus, pemesanan banyak,” ujarnya, Kamis (14/9/2023).
Dia menceritakan produksi kendang itu dimulai sekitar 1950. Lalu sempat mengalami kolaps dan mulai berkembang lagi setelah perkembangan campursari. “Mulai meledak, sekarang ada bantuan bantuan gamelan [Dana Keistimewaan] jadi lebih berkembang lagi,” kata dia.
Produksi kendang di Gilangharjo juga turut didukung oleh pihak kalurahan dengan digelarnya pertunjukan wayang. Selain kendang, di Kalurahan Gilangharjo juga memiliki sejumlah potensi lainnya yang juga akan dikembangkan, yakni gamelan, keris, batik dan wayang.
“Setelah kami petakan potensi, di tahun yang akan datang pengembangan potensi ada empat, ada gamelan, keris, batik dan wayang. Selain kuliner. Kuliner ada lagi. Kendang kan termasuk perangkat gamelan. Arahnya peningkatan ekonomi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Berkat Kreativitas Membuat Kerajinan, Sarjiman Mampu Pekerjakan Puluhan Orang
Perajin Kendang Daleman, Joko Purnomo, menuturkan pihaknya telah mulai menggeluti produksi kendang sejak 2005 silam, melanjutkan apa yang dilakukan ayah dan kakeknya. “Belajarnya otodidak karena orang tua tiap hari lihat, bantu membantu. Karena bapak sudah sepuh, terus saya pegang sendiri,” katanya.
Dalam pembuatan kendang, biasanya ia sudah memesan kayu yang dibutuhkan. Kemudian Joko mengolah kulit untuk dijadikan tutup kendang. Dalam sehari rata-rata ia bisa memproduksi lima kendang. “Sebulan bisa 50-100 kendang,” paparnya.
Dia menjual kendang dengan harga bervariasi, mulai dari Rp800 hingga Rp5 juta, tergantung jenis kayu yang dipakai dan ukuran kendang. “Kayunya paling bagus Nangka, kemudian ada munggur, mahoni, pelem. Kalau dulu pakai pohon kelapa juga,” kata dia.
Penjualan kendang Joko Purnomo telah mencapai berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa Timur dan sebagainya. “Modelnya juga bermacam-macam, menyesuaikan daerahnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu
Inter Milan puncaki klasemen Serie A usai menang 1-0 atas Cagliari. Como kalahkan Napoli 2-1 di San Paolo. Cek hasil lengkap pekan kedua Liga Italia.
Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu tayang 24 September 2026. Dibintangi Marsha Timothy dan Fara Shakila, drama keluarga adaptasi Wedding Dress ini mengangkat kisah
OJK telah mencabut izin usaha 12 BPR dan BPRS sepanjang Januari-Agustus 2026. Berikut daftar lengkap bank yang ditutup serta penjelasan mengenai jaminan dana na
9 pekerjaan yang banyak dicari di luar negeri pada 2026, mulai dari caregiver, teknisi, konstruksi, software developer hingga energi terbarukan. Tak semuanya bu