630 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilihan Lurah Serentak di Gunungkidul
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Kondisi kedung di salah satu aliran Kali Oya yang mengering di Dusun Keringan Kidul, Bulurejo, Semin. Selasa (19/9/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau tidak hanya berdampak terhadap berkurangnya stok air bersih yang dimiliki warga. Namun, juga berdampak terhadap debit air di aliran Kali Oya di Gunungkidul.
Kali ini merupakan sungai terbesar di Gunungkidul. Alirannya membentang dari perbukitan Gunung Gajah Mungkur di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah kemudian membelah dari Kapanewon Semin, Ngawen, Nglipar, Patuk, Playen hingga bermuara di wilayah Bantul.
Di musim kemarau, debit air di Kali Oya menyusut drastis. Bahkan di bantaran kali di Dusun Keringan Kidul, Bulurejo, Semin sampai mengering tidak ada airnya.
BACA JUGA : Dampak Kemarau Panjang, 33 Kecamatan di DIY Berpotensi Kesulitan Air Bersih
Kepala Dusun Keringan Kidul, Bigmen Pangestu mengatakan, fenomena aliran Kali Oya di wilayahnya mengering saat kemarau bukan hal yang baru. Pasalnya, kondisi ini terjadi hampir terjadi setiap tahunnya.
“Kalau musim kemarau, alirannya berhenti. Bahkan ada yang benar-benar mengering dan tinggal menyisakan kubangan-kubangan kecil,” kata Bigmen, Selasa (19/9/2023).
Dia menjelaskan, ada beberapa penyebab membuat aliran Kali Oya di wilayahnya mengering. Faktor pertama di sekitar aliran tidak ada sumber yang besar sehingga saat kemarau berpengaruh terhadap debit yang menyusut secara drastic.
Di sisi lain, di sepanjang aliran ada beberapa kedung dengan debit air yang banyak. Namun, keberadaan kedung dimanfaatkan warga untuk pemeliharaan pertanian seperti jagung, kacang, kedelai dan lain sebagainya.
“Jadi air di kedung disedot kemudian dialirkan ke ladang atau sawah untuk merawat tanaman milik petani,” katanya.
Menurut Bigmen, mengeringnya Kali Oya hanya sementara karena saat penghujan akan Kembali mengalir. “Ya kalau hujan nanti airnya naik lagi,” katanya.
Salah seorang warga Keringan Kidul, Suparno mengatakan, mengeringnya Kali Oya tidak berpengaruh terhadap kebutuhan air untuk warga. Menurut dia, kebutuhan masih bisa terpenuhi karena sumur-sumur yang dimiliki tidak sampai mengering.
BACA JUGA : Antisipasi Dampak Kemarau di Sektor Peternakan dan Perikanan, Ini Langkah DP3 Sleman
“Untuk kebutuhan sehari-hari memang tidak masalah. Tapi, untuk Bertani banyak yang menyedot air di Kali Oya agar tanaman bisa tetap hidup,” katanya.
Suparno berharap agar musim kemarau segera berlalu sehingga kebutuhan air di Masyarakat bisa tetap terjaga. “Mudah-mudahan bisa segera hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Nama anak pertama Lady Gaga dan Michael Polansky terungkap. Bayi bernama Rose Bean Polansky lahir di Los Angeles pada 9 Juni 2026.
Kuasa hukum korban dugaan pemerkosaan eks santriwati di Sleman meminta perlindungan korban dan menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan.
Rosé BLACKPINK mengklarifikasi foto viral saat memegang iPhone 18 Pro. Ia mengungkap bagian foto yang diedit, termasuk posisi jari dan sidik jari di layar.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Austria 2026 dengan waktu 1 menit 29,663 detik. Jorge Martin dan Pedro Acosta melengkapi tiga besar.
Jule dikabarkan ditangkap terkait vape etomidate. Unggahan terakhirnya menjadi sorotan, sementara sejumlah isu kehidupan pribadinya kembali dibicarakan.