Koperasi Merah Putih di DIY Tumbuh Sesuai Kebutuhan Warga
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkunci di dalam rumah. Penyebabnya diduga karena penyakit jantung.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan pada Sabtu, (23/9/2023) sekitar pukul 15.00 WIB telah ditemukan seorang pria dengan inisial CJ, 84, yang meninggal dunia di dalam rumah. Korban CJ ditemukan meninggal dunia di kediamannya Dusun Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Menurut Jeffry sebelumnya Jumat (22/9/2023) sekitar pukul 23.00 WIB, saksi EK, yang merupakan asisten rumah tangga korban diminta pulang oleh korban CJ karena pekerjaan rumahnya telah rampung. Kemudian setelah saksi EK meninggalkan rumah korban, lantas seluruh pintu dikunci oleh korban.
BACA JUGA : Mayat Laki-laki Ditemukan di Pantai Mlarangan, Ini Ciri-cirinya
Kemudian keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB, saksi EK kembali ke rumah korban CJ untuk memasak dan membersihkan rumah. Namun, seluruh pintu masih dalam kondisi terkunci. Karena tidak bisa masuk ke rumah korban, saksi EK lantas kembali ke rumahnya.
Sorenya, sekitar pukul 15.00 WIB, saksi EK kembali ke rumah korban CJ. Namun, kondisi pintu rumah masih terkunci. Saksi EK pun bertanya kepada warga sekitar dan dari keterangan warga didapati bahwa korban CJ tidak keluar rumah seharian.
Menurut Jeffry karena merasa curiga, saksi EK lalu menghubungi saksi DW. Kemudian saksi DW dan warga sekitar lalu memanjat tembok belakang rumah korban CJ dan mendapati korban dalam kondisi mengenaskan.
“Korban sudah tergeletak di lantai rumah dalam posisi terlentang dengan kepala posisi di utara,” katanya melalui telepon Sabtu (23/9/2023).
Kemudian saksi DW menghubungi Polsek Sewon untuk melaporkan kejadian tersebut. Personil gabungan fungsi Samapta, Reskrim dan Intel yang dipimpin Panit 1 Samapta Polsek Sewon Ipda Jedik Praptowo lantas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menghubungi tim medis RS Mahardika.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis RS Griya Mahardika yang dipimpin dr. Danu Aditya, bahwa di tubuh korban tidak ditemukan adanya luka-luka akibat penganiayaan maupun luka akibat benda lainya,” katanya.
BACA JUGA : Diduga Sakit Mendadak, Mahasiswi PTS di Sleman Meninggal Dunia di Kamar Indekos
Dari keterangan tim medis, korban CJ meninggal dunia karena penyakit jantung yang diderita korban. Saat dilakukan pengecekan didapati korban meninggal dunia diperkirakan telah lebih dari 8 jam.
Menurut keterangan Saksi EK, korban selama ini memang menderita penyakit diabetes dan komplikasi jantung. Selanjutnya korban CJ dibawa ke RS Bhayangkara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.