Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi Pantai Parangtritis./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Kunjungan wisata di Bantul dalam sepekan terakhir menurun dari pekan sebelumnya.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi, mengatakan dalam sepekan, yakni pada 18-24 September 2023 tercatat sebanyak 39.108 wisatawan.
Dengan jumlah tersebut, retribusi wisata yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul sebanyak Rp377,4 juta. “Menurun sebesar 3,4 persen dari minggu sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (26/9/2023).
BACA JUGA: Imbas Wisatawan Tenggelam, Dispar Bantul Gandeng Basarnas untuk Melatih Pengelola Wisata Air
Kemudian khusus pada akhir pekan, 22-24 September 2023 tercatat terdapat sebanyak 28.560 wisatawan dengan kontribusi PAD sebesar Rp276,7 juta. Dibanding pekan sebelumnya, jumlah ini menurun sebesar 2%.
Adapun pada pekan sebelumnya, 4-10 September 2023, jumlah wisatawan mingguan di Bantul tercatat sebanyak 41.621 wisatawan dengan kontribusi ke PAD sebesar Rp401 juta dan di akhir pekan 30.143 wisatawan dengan PAD Rp290 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas