Satpol PP Sleman Minta Warga Waspada El Nino dan Larangan Bakar Sampah
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, KULONPROGO—Direktur RSUD Wates, dr. Eko Budiarto memberikan tanggapan terkait warga Kulonprogo yang meninggal dunia diduga akibat miras oplosan.
“Senin malam [2/10/2023] RSUD Wates hanya menerima satu pasien keracunan alkohol dan akhirnya meninggal dunia,” kata Eko dihubungi, Rabu (4/10/2023).
Eko menjelaskan korban datang dengan kondisi penurunan kesadaran sekitar pukul 21.15 WIB dan dirawat di Intalasi Gawat Darurat (IGD). Dua setengah jam kemudian, korban mengalami henti nafas dan henti jantung.
BACA JUGA: Miras Oplosan Kembali Makan Korban, 2 Warga Kulonprogo Ini Meninggal Dunia
“[Korban] datang dengan penurunan kesadaran pukul 21.15 WIB dirawat di IGD, terjadi henti nafas dan henti jantung jam 23.30 WIB. Meninggal dunia,” katanya.
Sebelum korban meninggal dunia, Eko mengaku belum ada pengecekan kadar alkohol. Oleh sebab itu, dia tidak dapat memberikan pernyataan mengenai penyebab meninggalnya korban.
“Kalau riwayatnya bersama-sama minum [miras] oplosan itu. Tapi pengecekan kadar alkohol belum sempat dilakukan karena pasien sudah henti jantung dan henti nafas di IGD,” ucapnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan bahwa personel unit reskrim Polsek Panjatan selesai melaksanakan pendalaman terkait adanya orang meninggal dunia yang diduga keracunan minuman alkohol pada Selasa (3/10/2023).
Dari pendalaman tersebut didapati bahwa terdapat empat warga Kulonprogo keracunan minuman beralkohol berinisial AA, KP, TAF, CA .
Dari empat tersebut dua di antaranya meninggal dunia yaitu AA,34 dan KP, 35. AA lah yang kemudian dibawa ke RSUD Wates setelah mengalami gejala pusing, gelisah, tidak dapat melihat, dan akhirnya pingsan pada Senin (2/10/2023).
BACA JUGA: 5 Warga Bantul Tewas Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan
Sementara itu, KP yang merupakan warga Kalurahan Panjatan dibawa ke RSU Rizki Amalia Medika di Lendah. KP juga mengalami gejala pada mata seperti yang dialami AA yaitu penglihatan kurang. KP akhirnya meninggal pada Selasa (3/10/2023) malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tiket transportasi, pajak ringan untuk penulis, hingga program magang nasional.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.