Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Macam-macam alat kontrasepsi untuk Program Keluarga Berencana - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Salah satu prosedur Keluarga Berencana (KB) yakni Metode Operasi Wanita (MOW) yang diprogramkan Pemkab Bantul diklaim mendapatkan antusias yang masif dari masyarakat, melampaui jumlah yang ditargetkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul, Ninik Istiarini, menjelaskan dari 130 yang ditargetkan tahun ini, masyarakat yang mendaftar sebanyak 150 orang.
Dengan jumlah peserta yang melampaui target tersebut, maka sisanya harus menunggu pada periode berikutnya dengan anggaran perubahan. “Sampai sekarang 150-an [peserta]. Ini yang sisanya kita suruh nunggu dulu karena anggarannya di perubahan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Dalam program ini, setiap peserta digratiskan mengikuti KB, bahkan malah diberi uang transport. “Gratis dan dapat reward. Kalau yang putri kita kasih transport Rp300.000, kalau yang laki-laki dapat Rp1 juta,” ungkapnya.
BACA JUGA: Hari Kontrasepsi Sedunia, Pemkot Jogja Bidik Target 1.554 Keluarga
Adapun jika melakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan, menurutnya biaya yang harus dibayarkan cukup mahal. Fenomena ini menurutnya menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat akan KB yang lebih baik. “Mulai ada kesadaran masyarakat. MOW itu salah kontrasepsi yang kita istilahkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang,” paparnya.
Prosedur MOW menurutnya termasuk dalam prosedur KB yang tidak hormonal, sehingga lebih minim risiko pada tubuh. “Kalau yang tidak hormonal tidak berpengaruh ke tubuh kita. Kalau hormonal berpengaruh, bisa ada risiko ada penyakit,” kata dia.
Secara teknis, MOW atau yang bisa juga disebut tubektomi adalah prosedur pemotongan atau pengikatan tuba falopi, yakni saluran indung telur. Saluran ini yang menghubungkan ovarium ke rahim. Prosedur ini bisa menurunkan risiko kanker ovarium.
Selain MOW, prosedur KB lain yang tidak hormonal di antaranya ayudi, Metode Operasi Pria (MOP) dan implant. “Tidak termasuk yang hormonal. Tidak berisiko. Masyarakat mulai bisa paham bisa membedakan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.