Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Petugas Damkarmat BPBD Kabupaten Bantul melakukan pemadaman api di lahan TKD di Pleret, Bantul, Jumat (6/10/2023)./istimewa - dok.BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Tanah Kas Desa (TKD) di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul terbakar pada Jumat (6/10/2023. Untuk mengantisipasi kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menekankan peran Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kabupaten Bantul, Irawan Kurnianto menyampaikan telah terjadi kebakaran lahan berukuran 50x20 meter persegi di Gunung Kelir, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Menurut Irawan kebakaran tersebut disebabkan karena pembakaran sampah.
“Diperkirakan oleh saksi ada pemancing yang membakar sampah di tepian sungai, dan merembet ke dedaunan bambu yang kering, lama kelamaan melebar hingga mendekati rumah warga,” katanya melalui telepon, Jumat (6/10/2023).
Kebakaran tersebut selain membakar lahan, juga ada enam rumpun bambu yang ikut terbakar. Dari laporan yang masuk pukul 11.40 WIB, Untuk memadamkan api tersebut, Damkarmat BPBD Kabupaten Bantul menerjunkan 2 armada. Dari kebakaran tersebut menurut Irawan tidak ada korban jiwa.
Menyikapi terus terjadinya kebakaran karena pembakaran sampah, Irawan menekankan peran FPRB dan Redkar di Kabupaten Bantul untuk mengantisipasi kebakaran.
“Untuk peran Redkar dan FPRB tentunya sebagai mitra damkar dalam penanganan kejadian kebakaran di lapangan,” katanya.
BACA JUGA: Waspada! Sejak Juni, 65 Kebakaran Terjadi di Bantul akibat Aktivitas Bakar Sampah
Sementara hingga saat ini menurut Irawan ada sekitar 25-30 orang anggota Redkar di setiap kalurahan. Sehingga total ada sekitar 900 anggota Redkar Kabupaten Bantul. Menurutnya, dalam upaya pencegahan kebakaran, Redkar berperan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.
“Mereka juga membantu menyebarluaskan informasi dari BPBD terkait pencegahan bencana alam dan pencegahan kebakaran di lingkungan sekitar mereka,” katanya.
Sementara menurut Irawan ketika kebakaran terjadi, Redkar juga memiliki peran dalam membantu Damkarmat BPBD Kabupaten Bantul mengakses lokasi kebakaran.
“Mulai dari penanganan disaat api masih kecil dengan alat sederhana, pelaporan jika api kecil sulit ditangani, membuka akses jalan untuk armada, menginformasikan sumber air terdekat,” katanya.
Selain itu Redkar juga berperan dalam pengamanan sekitar lokasi kebakaran dengan mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.