Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto menunjukkan gumpalan limbah yang menempel di tangan terlihat di Pantai Krakal, Gunungkidul. Minggu (8/10/2023). - Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pencemaran limbah di Pantai Krakal dan Slili di Kapanewon Tepus sudah didengar oleh Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul. Rencananya dilakukan pengecekan guna mengetahui pasti pencemaran di Kawasan Pantai tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan adanya dugaan pencemaran limbah di Pantai Krakal dan Slili. Berdasarkan laporan tersebut langsung menerjunkan ke personel untuk pengecekan awal.
“Sudah ada petugas yang mendatangi lokasi,” kata Hary kepada wartawan, Minggu (8/10/2023).
BACA JUGA : 2 Pantai di Gunungkidul Tercemar Limbah Kental Mirip Minyak, Begini Penampakannya
Ia pun mengakui sudah mendapatkan informasi awal dari petugas di lapangan. Berdasarkan laporan yang masuk, paparan limbah berupa oli atau tumpahan solar.
Meski demikian, Hary mengakui belum bisa memastikannya. Pasalnya, harus dilakukan pengecekan menggunakan alat uji laboratorium.
“Besok dicek lagi dengan membawa alat untuk mengeceknya,” kata Hary.
Sebelumnya diberitakan, pengunjung di Pantai Slili dan Krakal mengeluhkan adanya pencemaran limbah. Secara kasat mata, paparan tidak terlihat, tapi pada saat bermain air ada cairan lengket seperti sisa oli.
“Kalau secara kasat mata kurang terlihat. Namun ketika anggota badan masuk ke dalam air laut, terasa licin dan meninggalkan noda warna hitam,” katanya Mayarisari, salah seorang pengunjung kepada wartawan, Minggu (8/10/2023).
Menurut Mayarisari, peristiwa yang sama juga terjadi di Pantai Slili. Setibanya di Pantai ini akan bermain, tapi oleh pengunjung lain diperingatkan agar tidak bermain karena adanya limbah seperti tumpahan minyak.
“Ada rombongan anak-anak yang datang, tapi diperingatkan sehingga tidak jadi bermain,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak tahu menahu limbah ini berasal. Dia berharap, limbah cair mengotori pantai segera ditangani sehingga tidak menganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung. “Kalau ada limbahnya. Jelas menggangu dan mudah-mudahan bisa segera diatasi,” kata.
BACA JUGA : Pedagang Kawasan Pantai Depok & Parangtritis Akan Diwajibkan Memilah Sampah
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 2 di Pantai Baron, Marjono saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan berkaitan dugaan pencemaran di Pantai Krakal dan Slili.
“Kedua Pantai ini masih satu deretan karena letaknya berdampingan. Untuk Pantai yang lain masih aman,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.