Pecah Sunyi Hadir di Kembaran, Seni Rupa Dekatkan Seniman dan Warga
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Sempat beredar di Instagram Merapi Uncover unggah seseorang yang memperlihatkan banyak sampah di Sungai Code, Sewon, Bantul.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho menyampaikan saat ini dengan adanya pembatasan pembuangan sampah yang berlaku, maka terjadi pembuangan sampah sembarangan di beberapa tempat.
“Jadi memang saat ini situasi sampah memang sedang dalam kondisi yang tidak optimal. Ada pembatasan pembuangan sampah, sehingga pelayanan menjadi tidak optimal baik yang dilakukan pemerintah atau swasta. Mungkin tidak hanya di sungai, tetapi juga di jalan,” katanya, Jumat (13/10/2023).
Dia pun meminta seluruh pihak dapat bersinergi untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bantul. Dia pun mengajak masyarakat untuk turut mengolah sampahnya masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kita bersama-sama mengatasi permasalahan ini, ya masyarakat, semua pihak mengatasi sampah dari sumber. Marilah bersama semampu kita memilah, apa pun yang bisa dilakukan, mengolah yang bisa diolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.