Pariwisata Sleman Hadapi Tantangan Jalan Tol, DPRD Minta Strategi Baru
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dukung pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya lokal untuk berkembang. Dari situ pariwisata Kulonprogo dapat dikenal masyarakat lebih luas.
Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya lokal dapat berkembang jauh apabila seluruh pihak terkait dapat berkolaborasi. Kolaborasi tersebut perlu disesuaian dengan ketugasan masing-masing.
"Saya berharap pihak terkait dapat saling berkolaborasi memberikan dukungan penuh kepada potensi-potensi lokal Kulonprogo sesuai dengan porsi masing-masing untuk mendorong lebih jauh perkembangan pariwisata di Kulonprogo," kata Made dalam rilis.
Made menambahkan kekhasan yang dimiliki Kulonprogo dapat dimanfaatkan sehingga menjadi modal untuk bersaing dengan daerah lain.
Dalam upaya mendukung pengembangan potensi tersebut, Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat menggelar Festival Sepekan Bendung Kayangan di Plaza Kuliner Glagah pada Senin (23/10/2023).
BACA JUGA: Jelajah Kulonprogo, Kunjungi 4 Tempat Wisata Ini!
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan bahwa terdapat penampilan dari wisata budaya unggulan dalam Festival Sepekan Bendung Kayangan. Terdapat 24 desa wisata yang ikut serti memberikan penampilan.
"Latar belakang kami bahwa Desa-desa Wisata di Kulonprogo ini sudah sedemikian rupa tekad dan semangatnya untuk membangun pariwisata Kulonprogo berbasis pembangunan parisiwata dengan pemberdayaan masyarakat inilah yang ingin kita perkuat di Kulonprogo," kata Joko.
Penampilan tersebut juga menjadi upaya untuk menunjukkan kesiapan dan progres pengembangan Desa-desa Wisata yang ada di Kulonprogo terutama ketika menerima kunjungan wisatawan. Atraksi budaya yang menjadi jamuan wisatawan yang terus dikembangkan tersebut sesuai dengan visi yang tercantum dalam Perda Kabupaten Kulonprogo Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 9 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015 -- 2025 yaitu Pariwisata Kolaboratif Berbasis Budaya, Berkelanjutan dan Berkelas Dunia.
Festival Sepekan Bendung Kayangan tersebut pada awalnya akan digelar di Bendung Kayangan, Girimulyo. Namun lokasi pagelaran dipindah karena di salah satu ruas jalan di Girimulyo ada pembangunan jalan.
Puncak acara festival yang akan menjadi penutup rangkaian Peringatan Hari Jadi Kulonprogo pada tanggal (29/10/2023) itu akan menampilan maestro kethoprak yang dikolaborasikan dengan forkopimda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.