SPMB Sleman, Jalur Prestasi Jadi Rebutan, Ini Syarat & Cara Daftarnya
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dukung pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya lokal untuk berkembang. Dari situ pariwisata Kulonprogo dapat dikenal masyarakat lebih luas.
Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya lokal dapat berkembang jauh apabila seluruh pihak terkait dapat berkolaborasi. Kolaborasi tersebut perlu disesuaian dengan ketugasan masing-masing.
"Saya berharap pihak terkait dapat saling berkolaborasi memberikan dukungan penuh kepada potensi-potensi lokal Kulonprogo sesuai dengan porsi masing-masing untuk mendorong lebih jauh perkembangan pariwisata di Kulonprogo," kata Made dalam rilis.
Made menambahkan kekhasan yang dimiliki Kulonprogo dapat dimanfaatkan sehingga menjadi modal untuk bersaing dengan daerah lain.
Dalam upaya mendukung pengembangan potensi tersebut, Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat menggelar Festival Sepekan Bendung Kayangan di Plaza Kuliner Glagah pada Senin (23/10/2023).
BACA JUGA: Jelajah Kulonprogo, Kunjungi 4 Tempat Wisata Ini!
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan bahwa terdapat penampilan dari wisata budaya unggulan dalam Festival Sepekan Bendung Kayangan. Terdapat 24 desa wisata yang ikut serti memberikan penampilan.
"Latar belakang kami bahwa Desa-desa Wisata di Kulonprogo ini sudah sedemikian rupa tekad dan semangatnya untuk membangun pariwisata Kulonprogo berbasis pembangunan parisiwata dengan pemberdayaan masyarakat inilah yang ingin kita perkuat di Kulonprogo," kata Joko.
Penampilan tersebut juga menjadi upaya untuk menunjukkan kesiapan dan progres pengembangan Desa-desa Wisata yang ada di Kulonprogo terutama ketika menerima kunjungan wisatawan. Atraksi budaya yang menjadi jamuan wisatawan yang terus dikembangkan tersebut sesuai dengan visi yang tercantum dalam Perda Kabupaten Kulonprogo Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 9 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015 -- 2025 yaitu Pariwisata Kolaboratif Berbasis Budaya, Berkelanjutan dan Berkelas Dunia.
Festival Sepekan Bendung Kayangan tersebut pada awalnya akan digelar di Bendung Kayangan, Girimulyo. Namun lokasi pagelaran dipindah karena di salah satu ruas jalan di Girimulyo ada pembangunan jalan.
Puncak acara festival yang akan menjadi penutup rangkaian Peringatan Hari Jadi Kulonprogo pada tanggal (29/10/2023) itu akan menampilan maestro kethoprak yang dikolaborasikan dengan forkopimda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.