Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kompetisi pembuatan roti. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, BANTUL—Industri Kecil Menengah (IKM) di Bantul didorong untuk memiliki sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini mendukung program pemerintah Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menjelaskan menjadi tugas setiap pemerintah daerah untuk mendorong IKM di wilayahnya agar semakin banyak menggunakan produk dalam negeri.
“Presiden Jokowi sudah menyampaikan agar IKM punya sertifikat TKDN, sehingga kalau punya sertifikat itu OPD [Organisasi Pemerintah Daerah] atau masyarakat untuk membeli produk IKM lebih yakin,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: 77 Tahun Bangunjiwo, Fokus Kembangkan UMKM Kerajinan
Dengan sertifikat TKDN, OPD diperbolehkan membeli produk dari IKM walau mungkin harganya lebih mahal dibanding produk dari luar negeri. “Aturannya gapapa kita beli dengan harga yang lebih mahal dari produk luar negeri. kalau itu udah tersertifikat TKDN,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui belum banyak IKM di Bantul yang sudah memiliki sertifikat TKDN. Hal ini disebabkan peralihan ketua harian program P3DN dari yang sebelumnya dipegang oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), beralih ke Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.
“Mulai tahun ini, baru saja kemaren dilimpahkan ke dinas kami. Sehingga kami baru kemudian cawe-cawe. Kami sudah belajar ke kementerian, ke Semarang, lalu ke Sleman. Sleman itu P3DN-nya sudah dipersiapkan. Sudah nyantol di Kementerian Dalam Negeri untuk bisa dilaporkan,” ungkapnya.
Ia berharap kedepan bisa merumuskan roadmap P3DN ini, karena selama ini baru terbentuk sebatas rencana kegiatan. “Misal seperti sosialisasi dan sebagainya. kemaren kami sudah melakukan di hotel Pandanaran kita undang IKM,” paparnya.
Dalam sosialisasi tersebut, IKM didorong untuk meningkatkan komponen dalam negerinya atau kalau sudah, mengajukan sertifikat TKDN. “Sehingga nanti kita masukkan ke e-catalog. Kalau OPD kita belanja lewat e-catalog itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.