Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (tengah) menancapkan wayang sebagai simbolis pembukaan Bangunjiwo Festival, Kamis (26/10/2023)(Harian Jogja/Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, BANTUL—Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, genap berusia 77 tahun. Sebagai salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan, Bangunjiwo terus menguatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) terutama dalam bidang kerajinan.
Lurah Bangunjiwo, Parjo, menjelaskan Bangunjiwo saat ini memiliki lebih dari 300 UMKM, yang didominasi bidang kerajinan. “Paling menonjol dari kerajinan, di Kasongan ada gerabah, di Jipangan ada kipas, Genden gada tatah sungging, di Kalirandu ada pisau batik, di Petung ada blangkon,” ujarnya saat ditemui dalam pembukaan Bangunjiwo Festival, di Sekar Mataram, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Bazar UMKM Jempolan Pamerkan Produk Unggulan Bantul
Menurutnya, dibanding kalurahan lain di Bantul, Bangunjiwo memeiliki kerajinan yang lebih komplit. “Untuk penjualan sekarang dari UMKM menjualnnya melalui online. Ekspor ada juga, terutama keramik, patung, itu semua ekspor,” katanya.
Bangunjiwo Festival ini menjadi salah satu ajang untuk lebih mengenalkan UMKM Bangunjiwo. Sebanyak 19 stan yang mewakili setiap padukuhan memamerkan karyanya dalam kegiatan ini. “Event ini untuk membangkitkan dan meningkatkan UMKM baik dari produksinya dan tentunya penjualannya,” paparnya.
Baca Juga: Tak Mau Bernasib seperti Pedagang Tanah Abang, UMKM Bantul Dilatih soal Digitalisasi
Penguatan UMKM di Bangunjiwo juga didukung Dana Keistimewaan (Danais) melalui program Desa Mandiri Budaya. Dalam program ini, Bangunjiwo mendapat alokasi Rp1 miliar per tahun yang dibagi kedalam empat bidang yakni pariwisata, budaya, kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan.
“Namun memang sesuai arahan Gubernur DIY, dana Rp1 miliar itu tidak langsung dibagi rata, melainkan dititikberatkan untuk infestasi. Karena setelah tiga tahun dana itu berhenti, desa diharapkan bisa mandiri dan bisa meningkatkan pendapatan asli desa,” kata dia.
Panewu Kasihan, Subarta, menuturkan dari danais tersebut, diharapkan dapat dialokasikan ke dalam kegiatan-kegiatan yang memiliki dampak aspek ekonomis, sehingga perekonomian masyarakat di Bangunjiwo bisa meningkat.
Baca Juga: Pemkab Bantul Minta UMKM Tak Takut Ajukan Pinjaman ke Bank
Dengan program ini diharapkan bisa membuat UMKM naik kelas. “Diperlukan aksi nyata bagaimana pemerintah kalurahan mendukung UMKM agar naik kelas. Tentunya dengan UMKM naik kelas, otomatis kemiskinan segera bisa kita tanggulangi,” ungkapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan Bantul sebagai Kota Kreatif harus didukung pemuda dan UMKM yang produktif. “Bangunjiwo dikenal masyarakat luas sebagai salah satu kalurahan yang memiliki potensi sumberdaya manusia yang handal karena kreativitasnya,” katanya.
Sekar Mataram sebagai spot baru di Bangunjiwo menurutnya bisa dioptimalkan pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi masyarakat. “Masyarakat bisa beraktivitas bisnis di sini, sehingga akhirnya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
KPK memanggil Muhadjir Effendy sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, namun pemeriksaan ditunda.
Polda DIY menerjunkan tim asistensi untuk mengawal kasus Shinta Komala yang viral dan menyeret oknum anggota polisi di Sleman.
OIKN menegaskan pembangunan IKN Nusantara tetap berjalan meski MK menyatakan Jakarta masih berstatus ibu kota negara.
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.