Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 12 rumah warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman oleh Pemkab Gunungkidul. Relokasi dilakukan karena berada di lokasi rawan maupun terdampak longsor.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, tahun ini ada 12 warga yang direlokasi. Rinciannya tujuh keluarga merupakan warga terdampak longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin.
BACA JUGA: Fahri Hamzah Pertanyakan Alasan Publik Tak Pilih Gibran
Adapun lainnya, tiga keluarga merupakan warga yang tinggal di puncak Bukit Kembang di Padukuhan Suru, Kampung, Ngawen. Sedangkan sisanya satu rumah di Padukuhan Suruh, Sawahan Ponjong dan satunya merupakan rumah warga di Kalurahan Hargomulyo, Tanjungsari.
“Alasan pemindahan karena berada di lokasi rawan longsor. Malahan tujuh keluarga di Blembem, Candirejo sudah menjadi korban longsor,” kata Giyanto, Minggu (29/10/2023).
Dia menjelaskan, anggaran relokasi yang disiapkan sebesar Rp480 juta. Untuk enam keluarga terdampak longsor Candirejo yang tempat relokasi berada di satu lokasi memeroleh Rp50 juta per rumah.
Sedangkan, enam keluarga lainnya masing-masing mendapatkan bantuan Rp30 juta. “Tempat relokasi merupakan lahan milik masing-masing keluarga terdampak. Nanti kalau setelah jadi akan dihibahkan sehingga bisa menjadi hak milik,” katanya.
BACA JUGA: Gibran Jadi Kunci Prabowo untuk Meraup Suara Milenial-Gen Z
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, program relokasi tidak dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, penetapan dilaksanakan melalui Surat Keputusan Bupati.
“Sebelum ditetapkan juga ada verifikasi dan survei lapangan untuk memastikan kelayakan relokasi,” kata Irawan.
Menurut dia, kebijakan relokasi untuk mengurangi risiko bencana, khususnya longsor pada musim hujan. Ia mencontohkan, relokasi dilaksanakan untuk keluarga korban longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo.
Pemidahan dilakukan karena lokasi lama sangat rawan karena saat ditinggali berpotensi terjadi longsor susulan. Meski demikian, ia mengakui prosesnya sempat terkendala masalah lahan, namun setelah ada pembelian, maka bisa dibangunkan rumah baru di tempat yang lebih aman.
Menurut dia, rumah relokasi masih berada di Padukuhan Blembem yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi longsor. “Berada di sisi barat dari lokasi longsor dan masih satu padukuhan,” katanya.
Irawan berharap pembangunan rumah baru berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu. “Target sebelum akhir tahun dan harapannya warga bisa segera pindah ke rumah yang baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta